Masa Amati Tumpukan Kayu di Area Penampungan HPH
- 02 Okt 2026 16:13 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Koordinator Divisi Data Forum, Edmond Serin, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah batang kayu. Berdasarkan pengukuran awal memiliki diameter di bawah 50 sentimeter.
“Ada beberapa batang pohon yang kami ukur dan diameternya di bawah 50. Ini kami duga perlu diperiksa lebih lanjut. Kami sudah mengambil dokumentasi berupa video dan gambar,” ujarnya.
Namun, Forum menegaskan temuan tersebut belum dijadikan sebagai kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pelanggaran hukum. Data dan dokumentasi yang diperoleh, menurut Forum, akan dikaji bersama tim hukum dan dibandingkan dengan dokumen serta ketentuan peraturan yang berlaku sebelum disampaikan kepada instansi yang berwenang.
Dengan demikian, hasil pengamatan tersebut masih ditempatkan. Sebagai temuan awal yang membutuhkan verifikasi lebih lanjut.
Wakil Ketua Forum, Julius Kelbulan, mengatakan perjuangan Save Hutan Yamdena tetap dilakukan dengan prinsip damai, tertib, tega. Selain itu berbasis data.
Forum juga menyatakan tidak menghendaki persoalan antara masyarakat adat. Serta perusahaan berkembang menjadi konflik terbuka.
“Kami tidak menghendaki persoalan ini berkembang menjadi konflik terbuka. Karena itu, kami meminta perusahaan menghormati sikap masyarakat adat dan mekanisme adat yang sudah dijalankan,” ujarnya.
Forum menyatakan penyampaian keberatan akan terus dilakukan melalui jalur hukum. Selain itu pemerintahan, dialog, dan mekanisme lain yang tersedia.
Selain kepada perusahaan, Forum juga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang telah disampaikan. Dalam aksi pada 28 September 2026.
Sekretaris Forum, Marsel Romrome, mengatakan masyarakat masih menunggu tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah dan DPRD. Atas komitmen yang disampaikan saat aksi tersebut.
“Sudah tiga hari pasca demonstrasi dan belum ada kabar dari Pemda maupun DPRD. Kami akan tagih. Ini bukan hanya tuntutan Forum, tetapi bagian dari komitmen bersama untuk menyelamatkan hutan Yamdena,” ungkapnya.
Forum Gerakan Save Hutan Yamdena memastikan pengawalan terhadap persoalan tersebut akan terus dilakukan melalui pengumpulan data, penyampaian dokumen, mekanisme adat. Serta jalur pemerintahan dan hukum.
Di tengah proses tersebut, berbagai informasi mengenai asal-usul kayu, status wilayah petuanan, dokumen perizinan. Juga, aspek hukum lainnya tetap membutuhkan verifikasi dan tanggapan dari pihak-pihak terkait agar persoalan dapat dilihat secara utuh dan berimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....