Pinjam Server Pusat, BPS Maluku Tenggara Siasati Minimnya Infrastruktur IT Daerah
- 21 Jun 2026 09:06 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Tual - Langkah digitalisasi data yang digalakkan di Kabupaten Maluku Tenggara sempat terhambat oleh minimnya ketersediaan perangkat keras di daerah. Ketiadaan server penyimpanan data berskala besar di tingkat kabupaten memaksa BPS untuk memutar otak demi mengamankan database warga.
Sebagai solusinya, dikatakan Kepala BPS Maluku Tenggara Freddy Abrahams, BPS melayangkan permohonan kerja sama strategis untuk memanfaatkan infrastruktur teknologi milik pemerintah pusat. "Kita di BPS kan tidak punya server berskala besar, sehingga kami meminta dukungan dari Kominfo untuk bisa disediakan tempat penyimpanan data dari Pusat Data Nasional," tutur Abrahams.
Pemanfaatan fasilitas Pusat Data Nasional (PDN) dinilai sebagai langkah paling aman dan efisien untuk menghemat anggaran daerah. Melalui server pusat, seluruh database program Desa Cantik bisa diakses secara cepat tanpa risiko sistem down.
Selain masalah server, BPS juga tengah mengurus izin legalitas terkait aspek kerahasiaan data pribadi masyarakat. Proses koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sedang berjalan demi memastikan data warga tidak bocor ke publik.
Proteksi hukum dan teknologi ini wajib dikantongi sebelum seluruh aplikasi layanan publik desa resmi dioperasikan. Langkah hati-hati ini menjadi bukti bahwa Maluku Tenggara sangat serius menjaga kedaulatan data siber daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....