Berkat Tuhan Bukan Untuk Disimpan Tetapi Untuk Dibagikan

  • 23 Jan 2026 14:52 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - ‎Misa pagi di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat 23 Januari 2026, yang dipimpin Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, menjadi ruang perjumpaan iman yang hangat antara Gereja dan generasi mudanya.

‎‎Kehadiran Umat termasuk anak-anak di dalam misa pagi itu mencapai puncak makna ketika Ade Anggi Belai, salah satu anak paroki, dengan percaya diri membawakan Firman Tuhan di hadapan umat, dan momen tersebut menjadi refleksi mendalam tentang cara Tuhan bekerja melalui hati yang sederhana dan murni.

‎”Melihat Ade Anggi Belai membawakan Firman Tuhan dengan lancar dan anak-anak lain yang setia hadir di subuh hari untuk Novena Santo Fransiskus de Sales, saya diingatkan bahwa Tuhan sering kali berbicara melalui kemurnian hati anak-anak”, katanya.

Sebagai ungkapan syukur, Pastor Paroki HKY Olilit Barat itu secara khusus menyisihkan intensi Misa pagi untuk memberikan apresiasi kepada anak-anak yang hadir dan terlibat aktif. Bukan sekadar bantuan uang jajan dan transportasi, melainkan simbol perhatian Gereja terhadap pertumbuhan iman generasi muda.

‎”Ini bentuk syukur saya. Berkat Tuhan bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan sebagai penyemangat langkah mereka ke sekolah” ujarnya.

‎Pastor berharap, perhatian sederhana tersebut menjadi kenangan iman yang membekas dalam perjalanan hidup anak-anak. Semoga mereka terus mencintai Altar dan Firman Tuhan, serta menjadikan Santo Fransiskus de Sales sebagai teladan dalam kelembutan dan keramahan sikap.

‎Apresiasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari Dewan Paroki HKY Olilit Barat. Bagi mereka, kehadiran anak-anak di Misa Pagi merupakan kesaksian iman yang hidup.

‎Anak-anak ini adalah wajah masa depan paroki. Kesetiaan mereka datang ke Misa Pagi di tengah rasa kantuk dan kesibukan sekolah adalah ‘khotbah hidup’ bagi umat dewasa,ungkap perwakilan Dewan Paroki.

‎Dewan Paroki berharap pendampingan iman bagi anak dan remaja terus diperkuat, agar keterlibatan aktif seperti yang ditunjukkan Ade Anggi Belai dapat menular kepada teman-teman sebayanya.

‎Sebagai ungkapan syukur, Pastor Paroki HKY Olilit Barat itu secara khusus menyisihkan intensi Misa pagi untuk memberikan apresiasi kepada anak-anak yang hadir dan terlibat aktif.

Bukan sekadar bantuan uang jajan dan transportasi, melainkan simbol perhatian Gereja terhadap pertumbuhan iman generasi muda.

‎Ini bentuk syukur saya. Berkat Tuhan bukan untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan sebagai penyemangat langkah mereka ke sekolah, katanya.

‎Pastor berharap, perhatian sederhana tersebut menjadi kenangan iman yang membekas dalam perjalanan hidup anak-anak. Semoga mereka terus mencintai Altar dan Firman Tuhan, serta menjadikan Santo Fransiskus de Sales sebagai teladan dalam kelembutan dan keramahan sikap.

‎‎Apresiasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari Dewan Paroki HKY Olilit Barat. Bagi mereka, kehadiran anak-anak di Misa Pagi merupakan kesaksian iman yang hidup.

‎Anak-anak ini adalah wajah masa depan paroki. Kesetiaan mereka datang ke Misa Pagi di tengah rasa kantuk dan kesibukan sekolah adalah ‘khotbah hidup’ bagi umat dewasa,ungkap perwakilan Dewan Paroki.

Dewan Paroki berharap pendampingan iman bagi anak dan remaja terus diperkuat, agar keterlibatan aktif seperti yang ditunjukkan Ade Anggi Belai dapat menular kepada teman-teman sebayanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....