Ratuanak buka Diskusi Publik Laut Biru

  • 07 Jul 2025 14:45 WIB
  •  Saumlaki

KBRN, Saumlaki : Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr.Juliana Ch.Ratuanak dalam sambutannya mengatakan,Focus Group Discussion Sea Blue, 2025 di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang merupakan bantuan atau Hibah dari Negara Jepang bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Senin (7/7/2025).

Hal ini patut, diapresiasi, sebab untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai Beranda terdepan NKRI ,yang masih tergolong miskin dan tertinggal, sepatutnya menjadi tanggung jawab serta perhatian serius pemerintah, dalam membangun dan menata layanan masyarakat secara terpadu dan berkelanjutan, ungkap Ratuanak.

Ratuanak juga mengulas, kondisi wilayah yang merupakan Kepulauan dan terkonsentrasi pada gugus Pulau Tanimbar dengan luas lima puluh dua ribu sembilan ratus sembilan puluh lima koma dua puluh kilo meter, terdiri dari wilayah daratan yang kurang lebih dari sepuluh persen dan wilayah lautan yang terdiri dari sisanya.

"Perencanaan Strategis yang harus dilakukan adalah pembangunan kelautan, sebab laut tanimbar lebih besar dari daratan dan pembangunan perikanan itu menjadi tumpuhan harapan, bahwa pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan, harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rayat", katanya.

Ratuanak juga menggambarkan, kemakmuran yang harus ditingkatkan adalah peningkatkan perekonomian, sebab seingat dirinya dari Pimpinan Pertama Kepulauan Tanimbar ,awalnya kemerdekaan dan setelah persoalan di negara ini mulai rendah ,ada penandatangan untuk laut aru dan laut banda, bahwa sumber perikanannya itu menjadi sumber pendapatan negara dan pada waktu penandatangan itu, Almahrum Bupati Tanimbar I, S.J. Oratmangun menjadi saksi penandatanganan itu.

"Saya mau menyampaikan kepada kita semua bahwa, betapa luas dan dalamnya laut kita dan betapa potensinya sungguh besar", kata Ratuanak.

Selaku Wakil Bupati, Ratuanak, bertemu langsung dengan tim imigrasi dari kota ambon yang menyampaikan bahwa di Laut Aru, Laut arafuru dan laut di sebelah timur tanimbar terdapat kurang lebih 3000 Kapal nelayan namun 1000 Kapal yang berijin terdaftar dan sisanya dari Pusat.

"Sebagai pertanyaan,negara kita telah mendapatkan begitu banyak sumber protein yang mungkin bukan hanya untuk negara kita namun untuk kecukupan protein dunia, Tanimbar dapat berapa dan hal ini disampikan ke kota ambon", ujarnya.

Dikatakan Ratuanak, Tanimbar, Aru, Banda dapat berapa,yang di juluki Indonesai Timur,harta kekayaan laut itu ada di laut banda, laut aru dan laut tanimbar,dapat berapa, untuk dapat mencegah stuntingnya dan meningkatkan perekonomian masyarakat, dan ini sebagai catatan untuk dapat diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, sebab laut tanimbar dan pada umumnya, di laut Maluku, telah dikuasai oleh orang luar.

Usai menyampaikan sambutan, Ratuanak didampingi oleh Dr. Maulana Firdaus dari Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kelautan Perikanan BPPSDMKP dan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Ir. Alowesius Batkormbawa membuka secara resmi FGD program Sea Blue 2025 di Saumlaki Kecamatan Tanimbar Selatan Kepulauan Tanimbar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....