Tanimbar Memiliki Potensi Kelautan Perikanan Yang Sangat Besar
- 07 Jul 2025 14:44 WIB
- Saumlaki
KBRN, Saumlaki : Kegiatan Focus Group Discussion dalam rangka pelaksanaan Program Strengthening the Livelihoods of Small-scale Fishers and Promoting Sustainable Local Economic Development through the Blue Economy atau disingkat SEA BLUE di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,Senin, 7 Juli 2025 yang dipusatkan pada pendopo Bupati Kepulauan Tanimbar.
Muhammad Darmawan selaku penangung jawab kegiatan focus group discussion dari badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan dari kementrian kelautan dan Perikanan dalam laporannya mengatakan,program SEA BLUE merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Menurutnya, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), UNDP, dan Pemerintah Jepang, yang bertujuan untuk memperkuat penghidupan nelayan kecil sekaligus mendorong pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan berbasis ekonomi biru.
Darmawan juga mengatakan, Nelayan kecil di Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar dalam pengembangan perikanan di Indonesia khususnya dari sektor perikanan tangkap, namun demikian, tantangan yana berat masih harus dihadapi nelayan kecil seperti perubahan Iklim, keterbatasan infrastruktur hingga praktik Nepal minning.
Melalui Program Seafilue ini, diharapkan dapat membantu dalam mengatasi tantangan tersebut, serta juga meningkatkan tingkat kesejahtersan melayan melalui pendekatan ekonomi biru.
Program Sea blue akan dilaksanakan di dus lokasi yaitu Kabupaten Pulau Morotai dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kepulauan Tanimbar dipilih sebagai salah satu lokasi biasa. Melalui program ini, kami ingin Memastikan bahwa potensi tersebut dapat dikembangkan dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan kesejahteraan masyarakat pesisir,katanya.
Terdapat 3 pilar utama yang menjadi fokus Program SEA BLUE, yaitu:
(1) peningkatan mata pencaharian nclayan skala kecil,
(2) pengenalan dan penerapan teknologi hijau seperti penggunaan tenaga surya untuk kapal dan fasilitas penyimpanan es yang ramah lingkungan, dalam rangka meningkatkan efisiensi dan mengurangi kerugian hasil tangkapan:
(3) Penguatan tata kelola, melalui pengembangan sistem data seperti sistem Informasi Kapal Izin Daerah (SIMKADA), distribusi OR code bagi nelayan, serta pelatihan bagi aparat daerah untuk mendukung pengelolaan perikanan yang transparan dan berbasis data.
FGD ini kami selenggarakan sebagai forum dialog terbuka untuk menyamakan VISI, merumuskan strategi pelaksanaan yang tepat sasaran, dan menjamin partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Kami menyadari bahwa keberhasilan program SEA BLUE sangat bergantung pada sinergi, dukungan, dan masukan dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
"Kami berharap kegiatan hari ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun ekosistem kelautan dan perikanan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan di Kepulauan Tanimbar", pinta Darmawan.
Untuk mewujudkan transformasi ekonomi biru yang tidak hanya menjaga laut, tetapi juga meningkatkan harkat dan martabat nelayan serta masyarakat pesisir, tandasnya.
Dirinya memberikan Apresiasi yang tinggi terhadap Keaktifan Pemda Kepulauan Tanimbar yang mendukung Pelaksanaan Diskusi ini, bagi peningkatan Pembangunan yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....