Segarnya Geliat Bisnis Kelapa Muda Sepanjang Ramadan di Tanimbar

  • 08 Mar 2026 04:18 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Memasuki bulan suci Ramadan, wajah jalanan di Kepulauan Tanimbar tampak lebih semarak dari biasanya. Deretan pedagang musiman mulai memenuhi trotoar, menawarkan berbagai kudapan berbuka. Namun, di tengah beragam pilihan takjil modern, kelapa muda tetap menjadi primadona yang tak tergoyahkan bagi warga Bumi Duan Lolat.

Minuman alami ini menjadi incaran utama sesaat sebelum beduk magrib bertalu. Kesegaran air kelapa murni dinilai sebagai penawar dahaga paling sempurna setelah seharian penuh menjalankan ibadah puasa.

Barens Seorang pedagang kelapa muda musiman yang ditemui rri.co.id pada Jumat (6/3/2026) menuturkan bahwa kehadirannya di pinggir jalan bukan sekadar mencari keuntungan. Ia mengaku ingin membantu memudahkan umat Muslim di Saumlaki dan sekitarnya untuk mendapatkan pilihan minuman yang sehat dan alami.

"Niat saya juga untuk memudahkan saudara-saudara kita yang berpuasa agar bisa berbuka dengan yang segar dan sehat. Untuk harga, saya sengaja memberikan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp5.000 per buah, agar semua kalangan bisa menikmati," ungkap pedagang tersebut sambil melayani pembeli.

Meskipun persaingan pedagang takjil cukup ketat, antusiasme masyarakat terhadap kelapa muda tetap stabil. Dalam sehari, pedagang ini mampu menghabiskan sekitar dua hingga tiga ikat (rambut) kelapa muda segar yang didatangkan langsung dari perkebunan warga lokal.

Siti Salah seorang pembeli setia, yang rutin mampir setiap sore, mengakui keunggulan air kelapa murni dibandingkan minuman kemasan lainnya. Menurutnya, rasa manis alami dari kelapa memberikan energi instan yang berbeda.

"Air kelapa itu kesegarannya alami. Rasanya jauh lebih pas di tenggorokan setelah seharian menahan haus, apalagi kalau diminum saat masih dingin. Ini sudah jadi menu wajib buka puasa di rumah kami," ujarnya sembari menenteng bungkusan kelapa.

Fenomena ini membuktikan bahwa Ramadan tidak hanya membawa keberkahan secara spiritual, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi kecil di Tanimbar. Kelapa muda bukan sekadar minuman, melainkan simbol keharmonisan alam dan tradisi berbuka yang sehat di tengah masyarakat pesisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....