Trik Sehat Agar Lansia Kuat Jalani Puasa Di Bulan Ramadan
- 14 Mar 2025 16:43 WIB
- Saumlaki
KBRN, Saumlaki: Puasa merupakan kewajiban seluruh umat Islam yang mampu menjalaninya. Baik orang dewasa maupun anak anak semua wajib menjalankan puasa di bulan penuh rahmat dan keberkahan ini.
Dan terkadang ada kaum lansia yang masih mampu menjalaninya,namun kondisi fisik seorang lansia dan mereka yang masih muda tentunya berbeda. Karena itu kami punya beberapa trips bagi anda kaum Muslimin untuk bisa menyiapkan puasa yang terbaik bagi orangytua yang saat ini mungkin saja masih hidup bersama sama dengan anda.
1. Mengonsumsi cairan
Untuk mencegah dehidrasi, lansia harus mengonsumsi cukup air atau cairan sehat lainnya.
Usahakan juga untuk meminum 8-10 gelas air setiap hari.
Mineral dan air juga dapat didapatkan dari makanan lain seperti buah, hingga sayuran yang mengandung air.
Konsumsi jus diperbolehkan asal tidak menggunakan gula tambahan.
Namun demikian, tidak disarankan mengonsumsi teh dan kopi.
Berikut adalah porsi cairan yang dapat dikonsumsi saat puasa:
- 2 gelas saat berbuka
- 3-4 gelas saat setelah tarawih atau menjelang tidur
- 1 gelas saat bangun tidur 1-2 gelas saat sahur
2. Asupan gizi seimbang
Usahakan untuk mengonsumsi gizi yang seimbang, yaitu dengan membatasi makanan yang lebih cepat dicerna seperti gula dan makanan tinggi lemak.
Adapun total kebutuhan kalori dapat dibagi menjadi 40 persen saat sahur, 50 persen saat berbuka, dan 10 persen setelah shalat tarawih atau sebelum tidur malam.
Para lansia dianjurkan untuk mengonsumsi makanan-makanan yang kaya nutrisi seperti:
3. Memperbanyak serat
Para lansia disarankan untuk memperbanyak konsumsi makanan yang berserat.
Serat dibutuhkan oleh tubuh agar sistem pencernaan menjadi sehat.
Untuk menghindari masalah pencernaan, sajikan makanan kaya serat saat sahur dan berbuka.
Serat juga penting untuk menjaga kadar kolesterol sehat pada para lansia.
Perbanyak karbohidrat kompleks seperti beras merah atau roti gandum saat sahur sehingga perut tidak mudah lapar di siang hari.
4. Mengonsumsi suplemen
Saat menjaga asupan gizi, ada kemungkinan nutrisi belum terpenuhi secara maksimal dengan adanya perubahan pola dan jam makan.
Untuk itu, penting menanyakan kepada ahli atau dokter tentang perlu tidaknya konsumsi suplemen vitamin atau pun mineral seperti kalsium, vitamin D, magnesium, dan vitamin B-12.
Vitamin-vitamin tersebut seringkali tidak cukup diserap oleh lansia.
Namun, beberapa suplemen dapat mengganggu apabila seseorang tengah menjalani pengobatan tertentu.
Oleh karena itu, tanyakan kepada dokter tentang potensi efek samping yang ditimbulkan oleh suplemen tersebut berikut dosis yang aman sebelum mengonsumsi jenis suplemen tertentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....