Badan Pusat Statistik Kepulauan Tanimbar Mulai Lakukan Sensus Ekonomi 2026

  • 17 Jun 2026 15:18 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Sensus Ekonomi adalah salah satu kegiatan statistik besar yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia setiap sepuluh tahun sekali, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Tanimbar, yang saat ini sudah dimulai di setiap desa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Tanimbar, Tupa Tampubolon kepada rri.co.id mengatakan, Pelaksanaan sensus ekonomi di kabupaten kepulauan tanimbar itu di mulai dari tgl 15 juni sampai dan dengan 31 agustus tahun 2026 dimana BPS dalam melaksanakan sensus ekonomi memiliki bisnis proses yang standar internasional , dan melakukan persiapan sebelum sensus, terkait persiapan mulai dari perekrutan petugas sampai pada pelatihan petugas pada beberapa minggu yang lalu.

" BPS Kepulauan Tanimbar Bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, telah melakukan apel siaga dan pencanangan di halaman kantor bupati kepulauan tanimbar yang dilaunching oleh Wakil Bupati kepulauan tanimbar dr. Julianan Ch. Ratuanak," ucapnya.

Menurut Tampubolon, tujuan dari pelaksanaan sensus ekonomi 2026 yaitu, untuk menyediakan data dasar ekonomi usaha yang lengkap, yang bertujuan sebagai dasar perencanaan pembangunan di kabupaten secara keseluruhan dan secara umum di negara kesatuan republik indonesai.

"Sensus ekonomi 2026 yang di lakukan saat ini sesuai undang-undang statistik nomor 16 tahun 1997, itu ada tiga sensus di tambah dengan sensus penduduk yang berakhir dengan nol, sensus pertanian yang berakhir dengan tiga dan sensus ekonomi yang berakhir dengan angka 6," kata Tampubolon.

Dikatakan, tahun ini sensus yang di lakukan adalah pengabungan dari tiga sensus yakni sensus penduduk, sensus pertanian sehingga usaha seluruhnya secara lengkap, baik sektor pertanian maupun usaha non pertanian dan didata secara lengkap.

Menurutnya sensus yang di lakukan Sepuluh tahun sekali baru, itu juga di sesuaikan dengan anggaran, sebab dalam pelaksanaan sensus, setiap petugas yang mendatangi warga masyarakat di setiap rumah, akan membutuhkan biaya yang sangat besar, maka sepuluh tahun baru di lakukan sensus satu kali.

"Sensus ekonomi, telah di lakukan pada tahun 2016, itu mendata seluruh usaha non pertanian, namun untuk sensus ekonomi di tahun 2026 saat ini mendata semua sektor, baik sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan dan jasa perikanan akan didata," ujarnya.

Tampubolon minta dukungan dan bantuan dari pemerintah daerah kabupaten kepulauan tanimbar dalam hal ini Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa dan Wakil Bupati Kepulauan tanimbar dr Juliana Chatarina Ratuanak, dapat membantu BPS Saumlaki, mendorong masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Kami juga imbau masyarakat untuk turut menerima responden, petugas pendataan sensus ekonomi 2026, yang akan mengunjungi masyarakat dari rumah ke rumah, untuk dapat menerima petugas dengan baik dan dapat memberikan data yang akurat, sejujur-jujurnya, sesuai dengan pakta usaha yang ada di masyarakat yang sedang diguluti," harapnya.

Selaku kepala BPS Kepulauan Tanimbar, minta masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dapat turut menyukseskan dengan menerima responden dengan menerima petugas dengan senang hati dan harapanya, semoga pelaksanaan sensus ekonomi 2026 di Bumi Duan Lolat dapat berjalan dengan sukses, sebab dengan data yang akurat maka akan berdampak pada perencanaan pembanguna di Kabupaten Kepualan Tanimbar yang lebih baik dan tepat sasaran.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....