Hari Kartini bukan hanya dengan mengenakan kebaya, tetapi juga dengan mendukung para pengrajin Tenun
- 21 Apr 2025 08:18 WIB
- Saumlaki
KBRN, Saumlaki: Setiap Tahun pada tanggal 21 April di Indonesia diperingati sebagai Hari Kartini. Peringatan ini bermakna perjuangan dalam memperjuangkan emansipasi Kartini juga memiliki kepedulian besar terhadap kebudayaan lokal, termasuk salah satu warisan seni paling bernilai di Indonesia yaitu kain tenun.
Dalam pemikiran Kartini, emansipasi bukan berarti meninggalkan akar budaya, tetapi justru memperkuat identitas melalui pendidikan, ekonomi, dan pelestarian budaya. Salah satu bentuk konkret yang pernah disorot dalam surat-suratnya adalah keterlibatan perempuan dalam kerajinan tradisional, terutama batik dan tenun, yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga potensi ekonomi dan sosial yang besar.
Salah satu Daerah Pengrajin Tenun Ikat yaitu Kabuapaten Kepulauan Tanimbar, yang kini makin dikenal luas, bukan hanya di Indonesia namun juga manca negara. Tren positif kain Tanimbar semakin meningkat, mana kala Tenun Tanimbar tersebut di gunakan oleh mantan Presidden RI Joko Widodo jelang Proklamasi Kemerdekaan RI 16 Agustus 2024 lalu.
Kain Tenun Ikat Tanimbar pada umumnya memiliki motif dan warna yang beragam. Sebagian besar kain tenun yang ada didominasi dengan garis-garis dan diselingi dengan corak tertentu yang di adaptasi dari alam sekitarnya, seperti motif binatang, motif tumbuhan, dan motif manusia.
Kain ini juga biasanya digunakan untuk pengalungan kepada setiap tamu-tamu penting yang datang ke Maluku. Selain di Tanimbar, kain Tenun Ikat Tanimbar ini bisa didapatkan di berbagai toko souvenir.
Begitulah proses panjang dari pembuatan kain tenun. Tak heran jika semakin indah dan semakin kompleks motif dalam sebuah kain tenun, maka semakin tinggi pula harganya. Sebab, di balik sepotong kain tenun terdapat cerita tentang motif dan sekelumit proses pembuatan yang tidak sebentar.
Di era modern, menjadi RA Kartini bukan hanya soal memperjuangkan kesetaraan, tapi juga soal merawat akar budaya sambil membuka jalan bagi kemajuan. Dengan menghargai dan mengembangkan tenun, kita tidak hanya melestarikan warisan nenek moyang, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, memperkuat identitas nasional, dan menciptakan masa depan yang inklusif.
Mari kita rayakan Hari Kartini bukan hanya dengan mengenakan kebaya, tetapi juga dengan mendukung para pengrajin tenun, membeli karya mereka, mengenalkannya pada dunia, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena di setiap helai benang yang terjalin, ada kisah perempuan, ada harapan, dan ada semangat Kartini yang abadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....