Trik Khasiat Menjaga Sambal Tetap Awet

  • 10 Jun 2026 14:36 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Pemilik merek Sambal Bu Rudy, Lanny Siswandi membagikan tipsnya dalam menyimpan cabai agar tidak mudah busuk. Ia pun mengatakan bahwa cara menyimpan cabai untuk kebutuhan rumah tangga dan bisnis atau usaha, harus dibedakan.

Selain menyesuaikan keperluan dengan masakan sehari-hari, Lanny juga menyarankan para ibu untuk menanam cabai sendiri dibandingkan membelinya. Cara ini dinilai efektif untuk memanen cabai secara bertahap, dan memiliki hasil panen yang berkelanjutan.

Lanny pun membeberkan salah satu caranya dalam mempromosikan sambal Indonesia, adalah dengan mempertahankan keautentikan rasa.

"Rasa ya, saya selalu memikirkan rasa dan itu tidak berubah. Jadi, biar pun dibawa ke negara lain, kalau rasanya berubah, itu kan enggak enak," katanya.

Terakhir, dia menyarankan untuk menikmati sambal dengan paduan ikan seperti borang atau kerapu. Dia sendiri lebih suka menikmati sambal dengan lauk masakan cumi hitam khas Surabaya.

Sebelum menggeluti bisnis sambal, dia telah mencoba banyak bisnis mulai dari menjual nasi pecel Madiun, hingga sepatu. Bisnis sepatu ia geluti selama kurang lebih 20 tahun, namun berhenti karena Pasar Turi Surabaya kebakaran dan semua dagangannya ludes dilalap si jago merah.

“Saya tidak mau menyerah. Saya tidak akan merenung tentang Pasar Turi. Karena semangat, saya belajar (tentang) bagaimana mengembalikan kegiatan (usaha) dan saya harus semangat. Sepertinya saya pernah menjadi orang termiskin dan saya tidak mau menjadi miskin lagi. Pengalaman saya sangat pahit pada tahun 1965,” katanya.

Setelah Pasar Turi terbakar, ia memulai bisnis kuliner sambal (tahun 1995) dengan semangat. Motivasi utama membuat bisnis kuliner ini agar kehidupan keluarganya lebih baik. Awal mulai membangun bisnis kuliner, Bu Rudy mengaku sangat susah, namun semangatlah yang menjadi penguat.

“Saya setiap hari jam 04.00 subuh sudah bangun. Ini saya lakukan sejak 60 tahun yang lalu dan tidak berubah. Setiap pagi bangun, lalu keluar masuk pasar, toko, dan Pegadaian, semua saya lakukan demi keluarga. Setelah umur 70 tahun saya tetap kerja seperti 60 tahun yang lalu,” kata wanita kelahiran Madiun ini.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang tinggi, Bu Rudy mengaku selalu mencari peluang dan belajar mengikuti perkembangan zaman. Dirinya tak segan untuk belajar kepada para pegawainya yang lebih paham tentang sesuatu.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....