Kuliner Taman Kota Jadi Pilihan karena Harganya Terjangkau
- 25 Mar 2026 10:28 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Taman Kota Saumlaki menjadi pusat kuliner bagi para pedagang yang mejajakan jualan mereka dengan berbagai varian di bilangan jalan poros Kota Saumlaki.berbagai menu di jajakan ditempat ini dengan varian harga yang sangat ramah di kantong. Bagi mereka dengan ekonomi menengah kebawah tidak segan segan mengunjungi taman kota untuk mencari sesuatu untuk dimakan.
Adapun dalam pantaun rri.co.id menu menu yang ditawarkan di lokasi kuliner taman kota ini yaitu Bakso, ayam lalapan mini, nasi goreng, mie goreng, pecel lele, gado gado, pecel, dan goreng gorengan seperti pisang goreng coklat, singkong goreng dan lain lai.
Kepada rri.co.id Ci Mei mengakui sering makan di pusat kuliner Kota Saumlaki Taman Kota ini, karena memang makanan yang di jual enak dan harganya terjangkau, selain itu tidak ada pajak yang harus di bayarkan seperti sejumlah resto yang ada di Kota Saumlaki.
”Di warung warung tenda taman kota berapa yang kita makan segitu yang kita bayar bukan ada kelebihan yang harus di bayarkan dengan alasan membayar pajak, karena ada sejumlah resto di Kota Saumlaki yang memberlakukan pembayaran pajak yang dibebankan bagi pelanggan,”ujarnya.
Selain itu Ibu Tresnawati mengakui jika makanan yang dijual di warung warung sederhana di bilangan jalan poros memiliki rasa yang tidak kalah enaknya dengan resto resto yang membandrol makanan mereka dengan harga selangit,”
Nasi Goreng di jalan poros juga ada beberapa warung yang sangat lezat dengan harga Cuma Rp 15 ribu rupiah, sangat ramah di kantong kami orang orang dengan ekonomi menengah kebawah, karena itu tidak heran jika taman kota tidak pernah kesepian pelanggan yang berdatangan untuk makan ditempat ini, karena selain enak, juga murah, bukan murahan tapi memang rasa resto harga pinggir jalan.” jelasnya.
Warung di taman Kota di dalam pantauan rri.co.id mulai buka sore hingga pukul 2 subuh barulah tutup namun terkadang ada yang lebih subuh lagi.
Vino mengatakan kadang kalau dirinya dan teman temannya iseng iseng lewat depan taman kota pada pukul 3 atau 4 subuh ternyata masih ada yang jualan, jadi saat lapar tengah malam tidak kesulitan karena pasti masih ada jualan di saat sat itu.
” Kadang kalau saya dan teman teman lapar dan ingin beli makan meski sudah pagi sekalipun kami pasti datangnya di jalan poros karna tama kota tepa ada orang yang masih berjualan, memang jadi penolong di waktu waktu genting,” katanya sambil tersenyum
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....