Obisitas dan Kualitas Tidur yang Wajib Diketahui

  • 26 Agt 2026 11:45 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Informasi dari Laman Alo Doc menyatakan, Leptin adalah hormon yang memberi sinyal kenyang kepada otak, sedangkan ghrelin merangsang rasa lapar. Ketika seseorang kurang tidur, kadar leptin cenderung menurun, sementara kadar ghrelin meningkat.

Secara biologis, obesitas dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan mengganggu ritme sirkadian, yaitu siklus alami tidur dan bangun yang diatur oleh jam biologis tubuh.

Selain insomnia, obesitas juga sering dikaitkan dengan sleep apnea, yaitu gangguan napas saat tidur yang dapat membuat tidur terasa tidak nyenyak meski durasinya cukup.

Untuk meningkatkan kualitas tidur, sebaiknya orang dengan obesitas menetapkan jadwal tidur yang teratur, membuat rutinitas sebelum tidur, dan melakukan kebiasaan sehat.

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Hubungan Obesitas dan Sleep Apnea

  • Penumpukan lemak leher: Jaringan lemak di sekitar tenggorokan mempersempit saluran napas, sehingga mudah kolaps saat otot rileks sewaktu tidur.

  • Tekanan pada diafragma: Kelebihan lemak perut (visceral) menekan diafragma, membuat paru-paru sulit mengembang secara optimal.

  • Penurunan kadar oksigen: Hambatan ini memicu henti napas sementara yang menurunkan suplai oksigen, membuat otak membangunkan tubuh secara paksa demi mengembalikan napas dan merusak kualitas tidur.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

  • Mengorok dengan suara keras dan mengagetkan.

  • Mengalami henti napas saat tidur yang disadari oleh orang lain.

  • Sering terbangun dengan sensasi tersengal atau sesak napas.

  • Rasa mengantuk berlebih di siang hari meski durasi tidur terasa cukup.

Cara Penanganan dan Pencegahan

  • Penurunan berat badan: Mengurangi lemak tubuh terbukti meringankan beban pada saluran napas dan memperbaiki gejala.

  • Terapi CPAP (Continuous Positive Airway Pressure): Alat bantu pernapasan untuk menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.

  • Perubahan gaya hidup: Tidur dengan posisi miring, menghindari konsumsi alkohol, serta berhenti merokok.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....