Obisitas dan Kualitas Tidur yang Wajib Diketahui
- 26 Agt 2026 11:45 WIB
- Saumlaki
Penumpukan lemak leher: Jaringan lemak di sekitar tenggorokan mempersempit saluran napas, sehingga mudah kolaps saat otot rileks sewaktu tidur. Tekanan pada diafragma: Kelebihan lemak perut (visceral) menekan diafragma, membuat paru-paru sulit mengembang secara optimal. Penurunan kadar oksigen: Hambatan ini memicu henti napas sementara yang menurunkan suplai oksigen, membuat otak membangunkan tubuh secara paksa demi mengembalikan napas dan merusak kualitas tidur.
Mengorok dengan suara keras dan mengagetkan. Mengalami henti napas saat tidur yang disadari oleh orang lain. Sering terbangun dengan sensasi tersengal atau sesak napas. Rasa mengantuk berlebih di siang hari meski durasi tidur terasa cukup.
Penurunan berat badan: Mengurangi lemak tubuh terbukti meringankan beban pada saluran napas dan memperbaiki gejala. Terapi CPAP ( Continuous Positive Airway Pressure ): Alat bantu pernapasan untuk menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur. Perubahan gaya hidup: Tidur dengan posisi miring, menghindari konsumsi alkohol, serta berhenti merokok.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....