Setiawan : Santan Kelapa Tua atasi Migran Menahun

  • 08 Feb 2026 04:49 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Selama ini anda lebih sering mendengar manfaat dari air kelapa muda dibanding air kelapa tua bukan beraarti air santan kelapa tua tidak memiliki manfaat,karena itu kebanyakan orang sering mengabaikan santan kelapa yang sudah tua karena tidak mengetahui manfaatnya, berikut  Nanang Setiawan kepada rri.co.id membagikan manfaat dari santan kelapa tua yang sudah banyak membantu orang yang mengalami migran yang tidak teratasi dengan mengkomsumsi obat kimia. 

“Resep ini sudah saya bagikan untuk banyak orang dan mereka terttolong dengan jalan alternative ini, asal rutin dijamin pasti bisa teratasi migran anda,”Ujar Setiawan.

Cara penggunaannya :

Ambil kelapa tua parut, lalu parut juga sejempol kunyit, setelah itu hasil parutannya di peras dengan menambahkan air hangat  secukupnya, setelah itu saring lalu tambahkan kuning telur ayam kampong dan satu sendok makan madu murni lalu di minum usahakan hanya setengah gelas jadi jangan banyak seluruh campuran air santan dan madu dan kuning  telur,lalu diminum,santannya harus kental,minum dua kali sehari pagi dan malam.

Adapun ramuan ini dapat mengatasi penyakit migrn yang dialami jika tidak sembuh dengan menggunakan obat kimia

.Migrain adalah sakit kepala berdenyut yang umumnya terjadi pada salah satu sisi kepala. Migrain dapat berlangsung singkat dan mereda sendiri, tetapi terkadang bisa juga menetap selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Gejala migrain bisa muncul pertama kali pada usia remaja, kemudian memburuk ketika memasuki usia 30 tahun. Namun, tidak tertutup kemungkinan gejala migrain bisa muncul lebih awal atau lebih lambat.

lebih sering dialami oleh wanita daripada laki-laki. Hal ini karena ada dugaan bahwa migrain pada wanita berkaitan dengan perubahan hormon yang terjadi akibat menstruasi, kehamilan, konsumsi pil KB, atau menopause. Selain pada orang dewasa, migrain juga bisa terjadi pada anak-anak.

Penyebab Migrain

Penyebab migrain masih perlu diteliti lebih lanjut. Namun, ada dugaan bahwa kondisi ini terkait dengan ketidakseimbangan hormon serotonin dalam tubuh. Jika kadar serotonin tinggi, pembuluh darah akan menyempit. Sementara itu, saat kadar serotonin rendah, pembuluh darah akan membengkak.

Perubahan pada kadar serotonin inilah yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Di samping itu, migrain juga diduga terjadi karena aktivitas listrik otak dan faktor genetik. Dengan kata lain, migrain bisa terjadi pada individu yang orang tuanya memiliki kondisi serupa.

“Dengan obat alternative ini semoga penyakit migran yang anda alami dapat teratasi “Harap Nanag Setiawan.

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....