Mengoptimalkan Potensi Kelautan Berbasis Kearifan Lokal

  • 27 Agt 2026 14:44 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Langgur - Dengan 80 persen warga yang menggantungkan hidup dari laut, pemerintah kecamatan mewajibkan masyarakat untuk menjaga ekosistem perairan dari segala bentuk perusakan seperti bom ikan.

Camat Kei Besar Selatan Barat, M. Nasir Rahayaan menegaskan komitmennya untuk tidak memberikan toleransi bagi siapapun yang merusak habitat laut di wilayahnya. "Merusak habitat laut sama dengan membunuh manusia yang ada di dalam. Karena kebutuhan masyarakat Kei Besar Selatan Barat itu hampir 80 persen hidup dari laut," tegas Rahayaan dalam Dialog Interaktif Maluku Tenggara Menyapa RRI Tual (24/08/2026).

Selain perikanan, masyarakat juga mulai melirik budidaya rumput laut sebagai komoditas unggulan musiman. Meskipun terdapat tantangan berupa serangan hama, pemerintah terus melakukan pendampingan agar hasil panen warga tetap optimal untuk meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Di sektor pariwisata, kecamatan sedang menyiapkan destinasi wisata bahari sebagai daya tarik utama. Destinasi ini mengandalkan keaslian alam bawah laut dan spot karang yang terjaga baik, yang menjadi aset berharga bagi perkembangan sektor pariwisata daerah ke depannya.

Untuk mendukung potensi tersebut, pihak kecamatan aktif berkoordinasi dengan dinas terkait guna mematangkan rencana pengembangan wisata. Melalui kolaborasi antara masyarakat yang menjaga laut dan dukungan pemerintah, Kei Besar Selatan Barat optimis dapat menjadi pintu gerbang pariwisata yang membanggakan di Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....