Potensi Tenun Tanimbar Saip Bawah Karya Lokal ke Panggung Dunia

  • 30 Sep 2026 14:01 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Kekayaan warisan budaya kain tenun tradisional asal Kabupaten Kepulauan Tanimbar kembali mencuri perhatian industri fashion internasional. Decak kagum tersebut datang langsung dari desainer ternama lulusan Shanghai Raffles Design Institute sekaligus pengajar di LaSalle Design College, Amelia Jang, usai mengamati potensi besar para perajin lokal dalam gelaran Tanimbar Living Heritage di Vila Bukit Indah Saumlaki. Kamis, 24 September 2026.

‎Amelia Jang, yang dihadirkan khusus oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memberikan pembekalan dan pelatihan teknis, mengaku terkejut melihat antusiasme serta ketangkasan para perajin.

"‎Hasilnya sangat memuaskan dan berada di luar ekspektasi saya. Awalnya saya sempat ragu modul pelatihan dapat diselesaikan tepat waktu karena materi yang dibawakan mencakup pembuatan korset dengan tingkat kerumitan teknik yang cukup tinggi," katanya.

‎Dikatakan, keraguan tersebut terpatahkan oleh kecepatan kerja para perajin Tanimbar. Target pelatihan dua hari yang semula diperkirakan selesai pada sore hari, justru berhasil dituntaskan lebih awal. Bahkan, para peserta mampu memproduksi busana tambahan dalam periode pelatihan yang sama.

‎Menurutnya, Tenun buatan tangan membutuhkan teknik pelapisan (lining) kain terlebih dahulu sebelum dipotong atau dijahit agar seratnya tetap terjaga.

"Saya berharap para perajin terus memperdalam pemahaman jenis serat dan benang sehingga produk yang dihasilkan memiliki standar kualitas tinggi dan nilai jual yang kompetitif di pasar," beber Amelia.

‎Ia berharap keterampilan yang telah dibagikan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi dapat dikembangkan menjadi unit bisnis yang berkesinambungan bagi masyarakat setempat.

"‎ ‎Jujur saja, saya pribadi sangat tertarik untuk membuat koleksi dengan tenun Tanimbar. Biasanya pewarnaan alami hanya menghasilkan nuansa warna cokelat yang terbatas, namun tumbuhan dan akar-akaran di Tanimbar justru mampu menghasilkan variasi warna yang kaya dan elegan,"tambahnya.

‎Atas kekayaan warna dan keunikan tekstur tersebut, Amelia optimistis kain tenun khas Kepulauan Tanimbar memiliki prospek besar untuk menjadi tren fashion masa depan yang diminati pasar global.

‎

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....