Eksistensi Alat Parut Kelapa Tradisional di tengah modernisasi

  • 16 Sep 2026 12:41 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Di tengah modernisasi dan hadirnya mesin pemarut kelapa listrik, peralatan dapur tradisional bernama kukuran ternyata tidak kehilangan peminatnya. Alat pemarut kelapa manual khas masyarakat lokal ini dinilai masih sangat efektif dan membantu menghemat pengeluaran dapur warga.

Keberadaan kukuran yang tak lekang oleh waktu ini diakui langsung oleh salah seorang perajin lokal, Bapak Elias. Ia menuturkan bahwa hingga kini permintaan pemesanan kukuran buatan tangannya masih terus berdatangan dari masyarakat.

"Masih banyak warga yang memesan kukuran dari saya. Walaupun sekarang sudah zaman mesin parut kelapa otomatis, mereka tetap memilih untuk menggunakan kukuran tradisional," ujar Bapak Elias.

Selain faktor kebiasaan dan daya tahan alat, pertimbangan ekonomi menjadi alasan utama para ibu rumah tangga bertahan menggunakan kukuran. Salah seorang ibu rumah tangga mengungkapkan bahwa mengukur kelapa sendiri di rumah jauh lebih hemat dibandingkan membeli kelapa siap parut di pasar.

"Saat ini harga jasa parut kelapa atau kelapa parut di pasar mencapai Rp10.000 untuk satu buah. Sementara kalau beli kelapa utuh di pasar, dengan uang Rp10.000 kita bisa dapat tiga buah kelapa. Lebih menguntungkan beli kelapa utuh lalu diparut sendiri menggunakan kukuran di rumah," ungkapnya.

Fenomena ini membuktikan bahwa keberadaan peralatan tradisional seperti kukuran tidak hanya sekadar menjaga tradisi dan nostalgia, tetapi juga menjadi solusi praktis warga dalam mengelola keuangan rumah tangga di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....