Nyafar dan Arin: Rumah Kebun Tradisional Tanimbar
- 15 Sep 2026 08:09 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Masyarakat adat di Kepulauan Tanimbar memiliki kearifan lokal dalam memanfaatkan rumah kebun. Meski secara umum berfungsi sebagai tempat berteduh, menyimpan alat pertanian, dan menampung hasil panen, istilah serta pemanfaatannya memiliki keunikan tersendiri di setiap wilayah.
Di wilayah Tanimbar Selatan dan sekitarnya, masyarakat lokal menyebut rumah kebun ini dengan istilah Nyafar. Sementara itu, masyarakat adat Tanimbar di bagian utara lebih mengenalnya dengan sebutan Arin.
Meski terdapat perbedaan penamaan, fungsi mendasar dari kedua tempat tersebut tetap sama, yakni sebagai sarana penunjang aktivitas berkebun warga setempat.
Namun, di beberapa daerah seperti Desa Adaut, Kecamatan Selaru, keberadaan Nyafar memiliki peranan yang jauh lebih vital. Salah seorang warga setempat, Jhon, mengungkapkan bahwa Nyafar tidak sekadar menjadi tempat beristirahat sejenak untuk melepas lelah di kala siang.
"Bagi sekelompok warga, Nyafar diakses sebagai pemukiman kedua selain rumah utama mereka di desa," ujar Jhon.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah keluarga bahkan sanggup mendiami Nyafar hingga berbulan-bulan selama musim berkebun tiba. Warga umumnya memboyong seluruh anggota keluarga mereka, termasuk istri dan anak-anak, untuk tinggal di sana.
Selain itu, proses pembangunan Nyafar juga dilakukan secara bergotong royong dan berkelompok. Hal ini menciptakan pola permukiman komunal sementara, sehingga aktivitas berkebun dan kehidupan sehari-hari selama di lokasi perkebunan tetap dijalankan secara bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....