Bahan Baku Bubur Ubi, Kuliner Tradisional Tanimbar yang Tetap Lestari
- 09 Sep 2026 11:18 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kabupaten Kepulauan Tanimbar dikenal dengan beragam makanan tradisional yang masih bertahan hingga kini, seperti sagu, suami, dan sisisi. Di antara kuliner tersebut, sisisi menjadi salah satu hidangan khas yang digemari masyarakat, terutama saat musim panen ubi tiba.
Salah seorang warga Saumlaki, Ibu Mili, menuturkan bahwa musim panen ubi membuat masyarakat senang mengolah hasil kebun menjadi sisisi. Hidangan ini dibuat dari ubi yang dimasak, ditumbuk hingga halus, lalu dicampur dengan bahan tambahan seperti kacang hijau, labu kuning, dan kelapa. “Musim panen ubi membuat bahan makanan melimpah, jadi saya senang membuat sisisi. Apalagi saat cuaca panas seperti sekarang, makan sisisi terasa sangat nikmat,” ujarnya.
Bubur sisisi bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Tanimbar. Hidangan ini telah lama hadir dalam kehidupan warga, baik sebagai sajian keluarga maupun hidangan dalam kegiatan adat dan keagamaan. Cita rasanya yang khas, memadukan manis alami ubi dan labu dengan gurihnya santan, menjadikan sisisi tetap diminati lintas generasi
Proses pembuatannya pun masih mempertahankan cara tradisional. Ubi jalar dan labu kuning dikukus atau direbus hingga matang, kemudian ditumbuk manual hingga menghasilkan tekstur lembut. Adonan lalu dicampur dengan santan segar, gula, dan daun pandan untuk menghadirkan aroma harum. Tambahan kacang hijau yang direbus hingga empuk membuat sisisi semakin kaya rasa sekaligus bergizi
Bagi masyarakat Tanimbar, sisisi memiliki makna lebih luas daripada sekadar sajian kuliner. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan, kesederhanaan, serta rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah. Seluruh bahan utama berasal dari pertanian lokal, sehingga sekaligus mencerminkan konsep pangan berkelanjutan berbasis sumber daya daerah
Dengan cita rasa autentik dan nilai budaya yang kuat, sisisi berpotensi dikembangkan sebagai ikon wisata kuliner Tanimbar. Pemerintah daerah bersama masyarakat diharapkan terus menjaga dan mempromosikan kuliner tradisional ini agar tidak hilang ditelan zaman, sekaligus menjadi kebanggaan kuliner Indonesia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....