100 Tahun Karya Tarekat PBHK di Tanimbar lahirla benih-benih panggilan
- 29 Agt 2026 17:12 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Dalam bentangan sejarah satu abad, PBHK telah mengukir jejak monumental di Kepulauan Tanimbar. Dari pengelolaan asrama putri yang menempa karakter perempuan Tanimbar, pendidikan keterampilan, hingga operasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Imaculata.
PBHK secara konsisten menjadi pilar pencerahan intelektual dan moral. Di sektor kesehatan, dedikasi itu mewujud nyata melalui jejak historis Rumah Sakit Fatima, yang kini dikelola oleh Keuskupan Amboina sebagai oase kesembuhan bagi masyarakat kepulauan.
Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Karya Tarekat PBHK di Tanimbar, Apolonia Laratmase, menegaskan bahwa momentum jalan santai ini secara khusus dirancang sebagai media sosialisasi dan ruang refleksi bagi lahirnya benih-benih panggilan baru dari bumi Duan Lolat.
Namun, tantangan terbesar dari perayaan yubileum ini bukanlah bagaimana memegahkan masa lalu, melainkan bagaimana menyiapkan generasi penentu masa depan.
“Misi panggilan ini untuk menyuarakan bagi puteri-puteri Tanimbar agar boleh mengambil bagian dan masuk dalam Tarekat PBHK. Kita sama-sama mengetahui bahwa para suster PBHK sudah berkarya dan membuktikan misi pelayanan mereka di bidang pendidikan dan kesehatan di Tanimbar dengan sepenuh hati,” ujar Laratmase.
Apolonia menekankan pentingnya sinergi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Keberlanjutan karya suci ini membutuhkan topangan utuh, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, para pimpinan OPD, para kepala desa, pimpinan paroki dan stasi, hingga seluruh lapisan umat Katolik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Melalui keterlibatan aktif dalam bakti sosial dan pelayanan kesehatan gratis, PBHK terus menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pembangunan manusia di Tanimbar.
Pemberian alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas dan lansia menjadi bukti konkret bahwa misi pelayanan gereja senantiasa berorientasi pada pemuliaan martabat manusia tanpa membeda-bedakan.
Sejak hari itu, panitia memancangkan komitmen bahwa Yubileum bukanlah ritus seremonial yang hampa, melainkan gerakan sosial kerohanian untuk menghidupkan kembali semangat kasih, pelayanan, dan perutusan para suster ditengah riak tantangan zaman.
Semangat tersebut diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang menyentuh akar rumput. Pada 22 Maret 2026, panitia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menyelenggarakan bakti sosial kemanusiaan di Kota Larat dan Desa Lamdesar Timur, Kecamatan Tanimbar Utara.
Pelayanan kesehatan gratis diakses oleh 116 warga, sementara uluran tangan berupa kursi roda, alat bantu jalan, dan tongkat lansia diserahkan kepada 17 penerima manfaat disabilitas dan lanjut usia. Aksi kasih ini sekaligus menjadi wahana hidup untuk menyuarakan panggilan membiara kepada orang muda di wilayah utara Tanimbar.
Spiritualitas yubileum semakin terasa hidup ketika berpadu dengan tradisi devosi marial dan ekspresi seni budaya kaum muda. Keterlibatan ribuan umat dalam Reli Rosario memperlihatkan betapa kuatnya ikatan iman dan kebersamaan yang telah terbangun selama seabad antara para suster PBHK dan masyarakat Tanimbar
Di sisi lain, panggung kompetisi paduan suara OMK menjadi ruang perjumpaan kreatif bagi generasi muda untuk mengolah bakat sekaligus menyerap nilai-nilai misioner.
Semangat partisipasi ini kian lengkap dengan aksi gotong royong warga dan anggota Legio Christi dalam mempersiapkan sarana fisik penunjang acara puncak, yang mencerminkan tradisi kepedulian bersama yang kental.
Seluruh ziarah seabad ini akan bermuara pada Minggu, 30 Agustus 2026. Dalam Perayaan Ekaristi Maha Kudus yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Diosis Amboina, Mgr. Seno Ngutra.
Umat Tanimbar akan melantunkan Madah Syukur seabad pengabdian seraya memohon agar dari rahim bumi Yamdena, terus lahir puteri-puteri terbaik yang siap melanjutkan obor pelayanan PBHK bagi gereja dan ibu pertiwi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....