Seabad PBHK di Bumi Duan Lolat Jejak Kasih Menjemput Panggilan Generasi Penerus
- 29 Agt 2026 17:17 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kota Saumlaki Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat, 28 Agustus 2026, ada suasana di pagi hari terliat dengan jelas kehangatan yang tak biasa. Di Natar Kaumpu, ruang publik yang menjadi jantung kehidupan sosial Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melangkah sekitar 800 pasang kaki dalam ritme yang selaras.
Namun, derap langkah dalam kegiatan jalan santai tersebut menyimpang dari sekadar gestur olahraga dan ajang kebersamaan formal semata. Di balik kesederhanaan gerak tubuh pagi itu, tersirat sebuah perjumpaan batin yang mendalam.
Sebuah jalan sunyi refleksi seabad pengabdian Tarekat Puteri Bunda Hati Kudus (PBHK) yang telah menancapkan akar perutusannya di tanah Tanimbar sejak seratus tahun silam.
| Baca juga: Festival Lampyore 2026 Berlangsung Aman |
Diantara deretan peserta yang melintasi ruas jalan Protokol Mathilda Batlayeri, menyusuri jalan Ki Hadjar Dewantara, hingga memanjang di sepanjang pesisir jalan Ir. Soekarno menuju Taman Kota Saumlaki, tampak harmoni sosial yang begitu padu.
Pemerintah Daerah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pimpinan dan anggota DPRD, para pimpinan OPD, hingga figur-figur jubah putih, para pastor dan suster PBHK, ALMA, serta DSY berjalan bersisian dengan anak-anak sekolah, kaum ibu dari Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), utusan paroki, stasi, serta elemen masyarakat luas.
Suasana sukacita penuh kekeluargaan itu mencapai puncaknya di Taman Kota Saumlaki, tatkala seluruh peserta melebur dalam gerak senam bersama yang dipandu oleh instruktur Rosadelima Yempormase dan tim sanggar senam LovDes.
Langkah demi langkah yang menapaki bumi Yamdena ini menjadi bagian tak terpisahkan dari ziarah panjang menuju puncak perayaan satu abad karya PBHK di Tanimbar.
Kegiatan dipusatkan di Natar Kaumpu dan diikuti berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, para pastor dan suster PBHK, ALMA, DSY, anak-anak sekolah, WKRI, hingga utusan dari berbagai paroki dan stasi serta undangan lainnya.
Kegiatan yang diawali secara khidmat melalui doa penyerahan oleh Pastor Vicky, Pr sebelum dilepas oleh Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar ini menyimpan pesan perutusan yang jauh lebih fundamental.
Seabad karya PBHK bukanlah sekadar angka statistik dalam perputaran waktu, melainkan imperatif moral untuk merawat keberlanjutan nyala api pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan karya pastoral-sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....