Tradisi Badendang, Identitas Sosial Masyarakat Tanimbar
- 20 Agt 2026 16:35 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Masyarakat di Kepulauan Tanimbar menempatkan adat istiadat sebagai hal utama dalam kehidupan sosial mereka. Salah satu tradisi yang selalu melekat di hati setiap orang Tanimbar adalah Duan Lolat, yang dijadikan dasar hidup masyarakat. Dalam filosofi adat, duan atau ndrue diposisikan sebagai pihak laki-laki sebagai pemberi, sementara lolat sebagai pihak perempuan sebagai penerima. Nilai ini menjadi fondasi sosial yang memperkuat ikatan budaya masyarakat Tanimbar.
Selain Duan Lolat, masyarakat Tanimbar juga memiliki tradisi Badendang, sebuah tarian rakyat khas yang menjadi identitas budaya. Tarian ini sederhana, melibatkan banyak orang, dan biasanya diiringi lagu serta pantun khas daerah. Namun, tradisi ini kini menghadapi tantangan besar akibat pengaruh modernisasi dan kurangnya minat generasi muda.
Salah seorang warga Saumlaki, Tina, menuturkan bahwa untuk menciptakan masyarakat desa yang cinta budaya sendiri, diperlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, termasuk kaum muda. Upaya ini dilakukan untuk mereformasi mental masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh keberagaman budaya asing yang semakin banyak masuk ke daerah Tanimbar.
Menurutnya, perjuangan mempertahankan tradisi bukanlah hal mudah. Sebagian masyarakat masih memiliki pola pikir yang menganggap tradisi badendang sebagai sesuatu yang kampungan dan tidak kekinian. Akibatnya, muncul rasa malu dan kecenderungan melupakan budaya sendiri.
Meski demikian, usaha yang dilakukan bersama rekan-rekan muda-mudi Olilit mendapat respon positif dari masyarakat. Dukungan tersebut berpengaruh besar terhadap kesadaran masyarakat desa untuk kembali mencintai budaya tarian badendang. Hingga saat ini, tradisi tersebut tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat Tanimbar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....