Dingin Tak Menghalangi Anak-anak Melayani Tuhan di Olilit Barat

  • 19 Agt 2026 16:21 WIB
  •  Saumlaki

‎RRI.CO.ID, Saumlaki - Udara pagi yang dingin dan hembusan angin kencang tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk datang ke gereja dan mengambil bagian dalam pelayanan. Sejumlah anak, lektor, pemazmur, serta misdinar dari Rukun Santo Antonius Padua tetap melangkah menuju rumah Tuhan untuk mengikuti dan melayani perayaan misa, Senin, 17 Agustus 2026

‎Suasana tersebut menjadi bagian dari pengalaman iman yang sederhana, tetapi bermakna. Bagi anak-anak, pelayanan di sekitar altar tidak hanya menjadi tugas liturgis, tetapi juga ruang untuk belajar mengenai keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas.

‎Salah seorang pelayan, Aurelia Bwarleli, siswi kelas enam Sekolah Dasar Naskat Donbosco 1 yang bertugas sebagai lektor, mengungkapkan kegembiraannya meskipun harus menghadapi udara dingin dan angin kencang.

‎Walau dingin dan angin kencang, saya senang sekali bisa bertugas membacakan sabda Tuhan pagi ini. Senang juga dapat uang jajan tambahan untuk ke sekolah hari ini. Terima kasih, Pastor!

‎Pengalaman Aurelia memperlihatkan bahwa pelayanan sejak usia dini dapat menjadi proses pembentukan karakter sekaligus pertumbuhan iman. Sukacita sederhana yang dirasakan seorang anak ketika dipercaya melayani menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kecintaan terhadap pelayanan gerejawi.

‎‎Hal serupa dirasakan para misdinar, di antaranya Mario Saikmat, Resti Bungajari, dan rekan-rekan mereka. Bagi mereka, udara pagi yang dingin sempat menjadi tantangan ketika harus bangun dan mempersiapkan diri untuk datang ke gereja.

‎Awalnya berat bangun pagi karena udara sangat dingin, tapi begitu sampai di altar dan melayani misa bersama teman-teman, rasanya hangat. Uang transportasi ini sangat berharga untuk kami pakai ke sekolah.

‎Pelayanan yang dilakukan anak-anak di sekitar altar dinilai menjadi bagian dari proses pembentukan kedisiplinan. Kesetiaan terhadap tugas-tugas sederhana dalam kehidupan menggereja dapat menanamkan rasa tanggung jawab yang berguna bagi kehidupan mereka di masa depan.

‎ ‎Apresiasi terhadap semangat anak-anak juga datang dari para orang tua murid dan umat Rukun Santo Antonius Padua. Kehadiran anak-anak di gereja dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan komunitas umat.

‎Melihat anak-anak melangkah pasti ke gereja di tengah cuaca dingin membuat kami bangga dan terharu. Terima kasih kepada Pastor dan Paroki yang selalu membimbing dan mengapresiasi perhatian kecil bagi anak-anak kami.

‎Dukungan keluarga dan komunitas gereja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pertumbuhan iman anak.

‎Keteladanan orang tua di lingkungan keluarga akan semakin kuat ketika mendapat dukungan dari komunitas gerejawi yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar, melayani, dan bertumbuh.

‎‎Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, RD Ponsianus Ongirwalu, menyampaikan apresiasi kepada anak-anak Rukun Santo Antonius Padua, para lektor, pemazmur, dan misdinar yang tetap setia menjalankan tugas pelayanan meskipun harus menghadapi udara pagi yang dingin dan hembusan angin.

‎Terima kasih kepada anak-anak Rukun Santo Antonius Padua, para Lektor, Pemazmur, dan Misdinar yang tetap setia melangkah ke rumah Tuhan meski angin dan udara pagi cukup menggigit. Apresiasi dan sedikit uang transport ini adalah wujud kasih serta dukungan paroki agar kalian makin semangat belajar di sekolah dan setia melayani Tuhan. Tetaplah menjadi garam dan terang.

‎Menurut RD Ponsianus, apresiasi tersebut tidak semata-mata dipandang dari nilai materi yang diberikan. Perhatian sederhana itu merupakan bentuk kasih dan dukungan Gereja kepada anak-anak agar mereka terus memiliki semangat dalam menempuh pendidikan sekaligus mempertahankan kesetiaan dalam pelayanan.

‎Pesan tersebut sekaligus mengingatkan bahwa pembinaan iman anak tidak berhenti pada kegiatan liturgi. Pelayanan di gereja diharapkan mampu membentuk pribadi yang berani, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu membawa nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

‎Di tengah kesederhanaan pelayanan tersebut, terdapat pesan yang kuat bahwa anak-anak perlu terus diberi ruang untuk bertumbuh dalam iman.

‎Ketika keluarga, sekolah, dan komunitas Gereja berjalan bersama, pelayanan sederhana di altar dapat menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter mereka sejak usia dini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....