Wabup Tanimbar ; Ukiran Tanimbar Bawa Ekinomi Kreatif menuju Pasar Nasional
- 13 Agt 2026 17:15 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai pilar baru perekonomian daerah kembali ditunjukkan melalui langkah nyata. Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM., menggelar pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, B.A., di Ruang Kerja Wamen Ekraf, Jakarta, Senin 10 Agustus 2026.
Dalam audiens tersebut, Wabup dr. Juliana memaparkan berbagai keunggulan komparatif dan potensi kearifan lokal yang dimiliki Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pertemuan ini tidak hanya menjadi wadah diplomasi daerah, tetapi juga membuahkan hasil konkret bagi pemetaan potensi ekonomi kreatif berbasis laut, darat, hingga pelestarian lingkungan.
Dilansir melalui konfirmasi resmi via pesan singkat WhatsApp kepada Media Pemda, Wabup dr. Juliana membeberkan dinamika serta respons positif dari pihak Kementerian Ekraf terhadap pemaparan potensi daerahnya.
Pada hari Senin, kita rapat dengan Ibu Wakil Menteri Ekraf.
"Dalam presentasi dari kita, beliau melihat potensi lautan Tanimbar, lautan Kepulauan Tanimbar dengan biota laut dan ikan, serta terumbu karang yang luar biasa," katanya.
Tidak hanya menyoroti pesona bahari dan kekayaan kekayaan bahari di Tanimbar, Wamen Ekraf Irene Umar memberikan arahan komprehensif mengenai tata kelola pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Tanimbar dinilai perlu mengintegrasikan pengembangan potensi darat dan laut dengan menjaga keseimbangan lingkungan, terlebih dalam mengantisipasi masuknya investasi di sektor tambang minyak dan gas (migas).
"Beliau memberikan saran untuk pengembangan ekonomi kreatif yang ada di sana, baik dari sektor laut maupun darat. Termasuk untuk tambang migas yang akan masuk, kiranya tidak mengganggu atau merusak alam, melainkan sebaliknya harus dijaga agar tetap lestari,"bebernya.
Salah satu momen krusial dalam pertemuan tersebut terjadi saat Wabup Juliana memperkenalkan produk kriya unggulan khas Bumi Duan Lolat, yakni ukiran kayu Walut dan patung Tumbur. Keindahan serta kerumitan nilai seni kerajinan tangan khas Tanimbar ini seketika menarik perhatian penuh Wamen Ekraf.
"Untuk produk kriya dari ukiran yang kita sampaikan, beliau melihat sendiri dan menilai bahwa ini adalah potensi besar yang sangat layak dikembangkan serta dipajang di berbagai ruang publik, " ungkap Ratuanak.
Bentuk dukungan nyata langsung ditunjukkan Wamen Irene Umar dengan memajang karya seni ukir Tanimbar tersebut di lemari kaca ruang depan kerjanya. Tak hanya itu, Kementerian Ekraf juga langsung melayangkan pesanan khusus agar produk seni ini terus dikembangkan dengan berbagai variasi motif dan bentuk.
Beliau langsung memajang karya itu di ruang depan dalam lemari kaca. Beliau juga memesan agar ke depan kerajinan ini dikembangkan lebih bervariasi lagi, seperti motif Walut atau patung Tombur yang dipadukan dengan miniatur perahu dan beragam ornamen khas Tanimbar lainnya,” tambahnya dengan nada bangga.
Pertemuan tingkat tinggi ini diharapkan dapat membuka jalan luas bagi produk kriya dan ekonomi kreatif Tanimbar untuk menembus pasar nasional hingga mancanegara. Wabup Juliana menekankan pentingnya ketekunan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk terus berinovasi memanfaatkan momentum ini.
"Semoga UMKM di Tanimbar bisa naik kelas karena ada pelaku usaha yang kreatif dan terus mengembangkan karyanya dengan tekun serta penuh kreasi, "harapnya.
Menindaklanjuti arahan Kementerian Ekraf, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan melalui program pembinaan, pelatihan desain produk, hingga fasilitasi akses pemasaran secara luas agar produk ekonomi kreatif Tanimbar memiliki daya saing tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....