Pemuda Saumlaki Ungkap Pentingnya Menjaga Keseimbangan Kerja Otak dan Refreshin
- 13 Agt 2026 17:12 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Bekerja dan beraktivitas yang membutuhkan fokus serta pemikiran mendalam rupanya tak hanya menyita pikiran, tetapi juga bisa memicu kelelahan fisik yang signifikan. Ketika otak dipaksa memproses informasi rumit dan mengambil keputusan penting, organ vital ini menguras banyak energi tubuh, Senin (22/9/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pemuda Saumlaki, Nyongki, saat ditemui di sela-sela aktivitas harian. Menurutnya, aktivitas berpikir tingkat tinggi sering kali direspons tubuh secara biologis melalui pelepasan hormon tertentu.
"Ketika otak bekerja keras, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Reaksi inilah yang kerap memicu kelelahan fisik dan mental secara bersamaan," ujar Nyongki.
Ia mengungkapkan, terdapat perbedaan mendasar antara kelelahan akibat kerja fisik dan kelelahan mental akibat kerja otak. Kelelahan fisik umumnya bisa dipulihkan cukup dengan istirahat atau tidur. Sebaliknya, kelelahan mental cenderung membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dan bentuk penanganan yang spesifik.
"Banyak orang merasa setelah seharian bekerja fisik, mereka justru bisa lebih rileks dan tidak terlalu terbebani secara mental. Namun, untuk kelelahan mental akibat kerja otak, kita butuh pemulihan khusus seperti relaksasi atau melakukan hobi yang menenangkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Nyongki menambahkan bahwa fokus yang terlalu intensif tanpa jeda juga dapat berdampak buruk pada fisik, seperti menyebabkan ketegangan otot dan menguras energi tubuh secara keseluruhan. Karena itu, sangat wajar jika seseorang merasa sangat lelah seusai berpikir keras.
Guna mengatasi hal tersebut, ia menyarankan pentingnya menyelingi rutinitas kerja dengan kegiatan penyegaran (refreshing).
"Saat kita banyak melakukan kerja otak, penting untuk melakukan refreshing agar kerja otak kiri dan otak kanan bisa seimbang. Langkah ini efektif untuk meningkatkan kreativitas, menurunkan tingkat stres, serta membuat kemampuan berpikir kembali optimal," pungkas Nyongki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....