Momen Harganas 33 Bupati Tanimbar jenguk Bayi yang Ditinggalkan Orang Tuanya.
- 29 Jun 2026 19:25 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke -33 tgl 29 juni 2026 yang diperingati secara nasional dari Pusat sampai ke daerah-daerah termasuk di lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi sebuah dorongan untuk keluarga-keluarga di tanimbar terutama di lingkup Pemerintah Daerah dapat memaknainya, sehingga dapat diterapkan dalam setiap keluarga.
Dalam momentum harganas ke 33 hari ini, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa di dampingi Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Sheren Jauwerissa mengunjungi RSUD PP Magrety ukurlaran kecamatan tanimbar selatan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, terutama salah satu bayi yang di tinggalkan oleh orang tuanya pada hari sabtu tgl 27 juni 20267 dan di temukan warga, yang saat ini di rawat di RSUD PP Magreti Ukurlaran Kecamatan Tanimbar Selatan.
Sebagai Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk datang dan mengunjungi bayi tersebut, dan minta orang tua kandung bayi agar tidak ragu datang dan mengambil tanggung jawab sebagai orang tua.
Selain menjenguk yang ditemukan pada hari Sabtu kemarin, bersaam dalam kunjungan ini, saya di dampingi Ketua TP PKK Kepulauan Tanimbar, juga menjenguk pasien-pasien yang berada di RSUD dr. PP Magreti, katanya
"Belum ada kata terlambat bagi orang tua bayi untuk datang menemui anaknya. Karena bayi tersebut merupakan titipan Tuhan yang layak mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari keluarga kandungnya, sebab bayi ini tidak berdosa dan harus di rawat dengan baik, " kata Jauwerissa.
Jauwerissa menekankan pada kewajiban Pemerintah demi memberikan bantuan apabila orang tua mengalami kesulitan membiayainya, namun perlunya tatap muka bersama orang tua, guna mengetahui keluhan yang transparan.
Sementara itu Saat ditanya mengenai antisipasi Pemerintah ketika orang tua bayi memilih tidak datang karena alasan tertentu, Jauwerissa tetap memiliki komiten kuat menangani masalah ini, akan tetapi butuh kehadiran orang tua bayi tersebut.
"Saya tetap berharap orang tuanya yang hadir. Dan apabila sampai waktu yang ditentukan dan orang tuanya tidak datang, maka mau tidak mau bayi ini akan diasuh, kepada siapa yang mengasuh bayi ini," jelasnya.
Jauwerissa menyebutkan, siapapun yang akan diberi hak asuh, perlu sehubungan dengan tanggungjawab untuk menjaga dan merawat bayi ini selaku titipan Tuhan, yang membutuhkan kasih sayang dimasa pertumbuhannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....