PWI Dorong Penguatan Peran Media Jadi Penggerak Wisata Tanimbar

  • 24 Jun 2026 11:06 WIB
  •  Saumlaki

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

RRI.CO.ID, Saumlaki : ‎Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendorong penguatan peran media sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi kreatif berbasis potensi wisata daerah.

‎Ketua PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Simon Lolonlun, menyampaikan bahwa media memiliki peran penting dalam mengubah potensi wisata Tanimbar menjadi kekuatan ekonomi melalui narasi, promosi, dan dokumentasi pembangunan.

‎Hal itu disampaikan Simon dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Model Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif Berbasis Potensi Wisata yang diselenggarakan Tim Peneliti Universitas Merdeka Malang (UNMER) bersama Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA), Selasa 23 Juni 2026, di Ruang Rapat Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pembangunan pariwisata bukan hanya tentang menjual tempat, tetapi tentang membangun cerita, membangun manusia, dan membangun kebanggaan terhadap identitas daerah, katanya. ‎

Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar memiliki kekayaan luar biasa berupa budaya, sejarah, tradisi adat, laut, pulau-pulau kecil, seni, kerajinan, serta berbagai kearifan lokal yang memiliki nilai ekonomi kreatif. ‎Namun, potensi tersebut membutuhkan strategi komunikasi yang kuat agar dikenal lebih luas oleh masyarakat, wisatawan, investor, dan berbagai pihak terkait.

Media bukan hanya memberitakan kegiatan, tetapi ikut membangun narasi positif tentang Tanimbar sebagai daerah tujuan wisata dan pusat ekonomi kreatif," katanya. Simon menilai salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata Tanimbar adalah masih terbatasnya kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola dan mempromosikan potensi yang ada.

‎Simon menilai salah satu tantangan utama pengembangan pariwisata Tanimbar adalah masih terbatasnya kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola dan mempromosikan potensi yang ada. ‎Karena itu, menurutnya, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi juga harus membangun manusia yang mampu mengelola sekaligus menceritakan kekayaan daerah.

‎Beberapa aspek yang perlu diperkuat, kata Simon, antara lain kemampuan masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, digital marketing, pembuatan konten kreatif, pengembangan UMKM berbasis budaya lokal, pelayanan wisata, serta pendampingan generasi muda sebagai pelaku ekonomi kreatif.

‎la juga menekankan pentingnya membangun branding pariwisata Tanimbar dengan mengangkat cerita lokal yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

‎Menurutnya, berbagai potensi seperti Tenun Tanimbar, ukiran tradisional, artefak Perahu Batu di Sangdol dan Arui, budaya Duan Lolat, kampung adat, kuliner lokal, hingga sejarah masuknya agama dan peradaban di Tanimbar merupakan aset yang harus dikemas menjadi cerita menarik.

" ‎Banyak potensi lokal yang belum dikemas menjadi cerita besar. Media dapat membantu mengangkat cerita-cerita tersebut melalui karya jurnalistik, video dokumenter, podcast, dan platform digital.," ungkapnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, PWI Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, komunitas, dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. ‎Simon menyampaikan, pemerintah berperan sebagai pembuat kebijakan, perguruan tinggi sebagai pusat kajian dan inovasi, media sebagai penguat informasi dan promosi, komunitas sebagai penggerak masyarakat, serta pelaku usaha sebagai pengembang produk kreatif.

‎la juga mengusulkan adanya program literasi digital bagi pelaku wisata dan UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pemasaran produk dan destinasi wisata. ‎Diera digital, pelaku wisata perlu dibekali kemampuan membuat konten, mengelola media sosial, dan membangun cerita produk agar mampu bersaing, katanya.

‎Lebih lanjut, Simon menegaskan media lokal juga memiliki fungsi sebagai arsip sejarah pembangunan daerah. Setiap cerita tentang budaya, masyarakat, dan perkembangan daerah yang diberitakan hari ini, menurutnya, akan menjadi catatan penting bagi generasi mendatang.

‎" Jangan sampai Tanimbar hanya menjadi daerah yang memiliki potensi wisata, tetapi harus menjadi daerah yang mampu mengelola potensi menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat." ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....