RD Ponsianus Ongirwalu Apresiasi 12 Tahun Ketulusan Melayani Rumah Tuhan
- 24 Jun 2026 15:20 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Tidak semua pelayanan dilakukan dari atas mimbar. Ada yang memilih jalan sunyi, bekerja dalam kesederhanaan, tanpa sorotan, namun dampaknya dirasakan oleh seluruh umat yang datang beribadah.
Suasana penuh haru mewarnai Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa 23 Juni 2026.
Usai perayaan Ekaristi Kudus dan Novena Santo Petrus dan Paulus Rasul hari kedua, Pastor Paroki RD Ponsianus Ongirwalu secara khusus menyampaikan penghargaan kepada pasangan suami-istri, Melkisedek Londar dan Yohana Kadung.
Pasangan tersebut selama kurang lebih 12 tahun mengabdikan diri menjaga kebersihan dan kerapian gereja, tanpa mengenal lelah dan tanpa pernah menuntut penghargaan.
Dalam pengantar yang disampaikan di hadapan umat, RD. Ponsianus Ongirwalu mengungkapkan bahwa penghargaan itu lahir dari kerinduan bersama Dewan Pastoral Paroki, para ketua rukun, dan seluruh umat untuk menghormati ketulusan pelayanan yang selama ini dilakukan dalam diam.
"Kita ingin berhenti sejenak, mengarahkan pandangan dan hati kita kepada sepasang suami istri yang selama kurang lebih 12 tahun tanpa lelah, tanpa mengeluh, telah mempersembahkan hidup, tenaga, dan waktu mereka demi keindahan Rumah Tuhan," ucap Pastor Ponsio.
Dikatakan, kesetiaan dan ketulusan pasangan tersebut selalu hadir di lingkungan gereja untuk memastikan rumah ibadah dalam keadaan bersih dan layak digunakan umat. Baik saat matahari bersinar terik maupun ketika hujan mengguyur, langkah mereka tetap setia menuju gereja.
"Bagi sebagian orang, membersihkan gereja mungkin dipandang sebagai pekerjaan biasa. Namun bagi Gereja, pelayanan itu merupakan kesaksian iman yang hidup,"katanya.
Menurut Pastor Ongirwalu, kebersihan rumah Tuhan di setiap sudut Altar yang dibersihkan dengan cinta adalah untaian doa dan wujud nyata dari ketaatan iman.
Pastor Ongirwalu menambahkan, kenyamanan umat saat berdoa dan beribadah tidak terlepas dari tangan-tangan sederhana yang bekerja sejak fajar menyingsing.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Paroki menyerahkan tanda kasih sebagai ungkapan syukur dan penghargaan. Meski nilainya sederhana, Pastor Ponsianus menegaskan bahwa makna penghargaan itu jauh lebih besar daripada nilai materi yang diberikan.
Nilainya tentu tidak banyak, tidak mampu membayar lunas keringat Bapak dan Ibu, namun cukuplah kiranya untuk sekadar membeli kopi dan gula sebagai penghangat pagi peneman pelayanan, ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....