Sensus Ekonomi 2026 di Tanimbar Menakar Potensi Membangun Masa Depan Tanimbar
- 23 Jun 2026 15:25 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID,Saumlaki - Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Chatarina Ratuanak, bertindak langsung sebagai Pemimpin Apel sekaligus membuka secara resmi seluruh rangkaian SE2026, 15 juni 2026. Menjadi simbol sinergi kuat antara otoritas data nasional dan pemerintah daerah demi memotret lanskap ekonomi Tanimbar secara akurat dan komprehensif.
Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Chatarina Ratuanak dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten Kepulauan Tanimbar beserta seluruh jajaran. Menurutnya, BPS telah melakukan persiapan yang sangat matang, mulai dari tahap koordinasi lintas sektor, pelatihan intensif petugas lapangan, hingga strategi eksekusi pendataan.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis bagi bangsa Indonesia, termasuk bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar, karena menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian nasional maupun daerah, katanya.
Selaku Wakil Bupati, dr Juliana menegaskan filosofi pentingnya data dalam roda pemerintahan. Ia menekankan bahwa pembangunan berkualitas mustahil tercipta tanpa pasokan data yang valid dan mutakhir. Terlebih di era transformasi digital dan dinamika global yang bergerak cepat, pemerintah dituntut responsif dan adaptif.
Data bukan sekadar angka, tetapi merupakan fondasi pembangunan. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat. Kebijakan yang tepat akan melahirkan pembangunan yang berkualitas. Dan pada akhirnya, pembangunan yang berkualitas akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, katanya.
Melalui SE2026 yang berlangsung 15 Juni – 31 Agustus 2026, Kabupaten Kepulauan Tanimbar akan memperoleh potret utuh mengenai yang di mulai dari
– Struktur ekonomi daerah yang sedang berkembang
– Perubahan karakteristik usaha masyarakat lokal dari waktu ke waktu
– Pertumbuhan ekosistem ekonomi digital di wilayah kepulauan
– Kontribusi ekonomi lingkungan serta sektor-sektor unggulan terhadap pembangunan makro
Sebagai wilayah kepulauan dengan karakteristik geografis unik, Tanimbar menghadapi tantangan pembangunan yang berbeda dari wilayah daratan. Isu konektivitas antar-pulau, biaya logistik yang relatif tinggi, serta keterbatasan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab dengan data.
Namun di sisi lain, Bumi Duan Lolat menyimpan potensi raksasa pada sektor kelautan dan perikanan, pertanian, perdagangan, pariwisata, industri kreatif, serta UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi warga. Data SE2026 nantinya akan menjadi kompas bagi Pemkab Tanimbar untuk merumuskan kebijakan yang benar-benar adaptif dan sesuai kebutuhan riil pelaku usaha lokal, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Mengingat urgensi agenda strategis ini, dr. Juliana menggarisbawahi bahwa SE2026 bukanlah tugas BPS semata, melainkan kerja besar seluruh komponen bangsa. Ia menyerukan tiga poin kolaborasi kunci:
1. Sinergi Instansi: Mengajak seluruh jajaran Pemkab Tanimbar, instansi vertikal, TNI/Polri, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk memberi dukungan penuh.
2. Peran Media: Meminta rekan media massa bertindak sebagai mitra strategis dalam edukasi publik dan membangun kesadaran warga agar partisipasi meningkat.
3. Kejujuran Pelaku Usaha: Mengimbau seluruh pelaku usaha, dari mikro hingga besar, untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur. Pemerintah menjamin kerahasiaan data responden sesuai undang-undang.
Secara khusus, Wabup menitipkan pesan kepada para petugas lapangan SE2026 yang akan bergerak dari rumah ke rumah dan dari toko ke toko.
Saudara-saudara sekalian adalah ujung tombak sekaligus wajah negara yang hadir di tengah masyarakat. Laksanakan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan responden, junjung tinggi etika, dan jaga nama baik instansi serta daerah yang kita cintai, katanya.
Menutup sambutan, dr. Juliana mengutip kalimat bijak pakar manajemen Peter Drucker: What gets measured gets managed. Apa yang terukur akan dikelola dengan baik. Karena itu, mari kita kelola dengan tekun, merencanakan dengan bijak, dan mengembangkan daerah kita yang tercinta.
Sebagai simbol kesiapan, Wabup menyematkan rompi dan tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus. Acara mencapai puncaknya dengan pelepasan balon gas ke udara oleh Wabup, didampingi Sekretaris Daerah Brampi Moriolkossu, SH dan Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tupa Tampubolon,S.Kom.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....