RD Ponsio Berbagi Refleksi dan Ungkapan Hati dalam Pelayanan
- 23 Jun 2026 15:21 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Menjadi seorang Lektor di altar Tuhan bukan sekadar membaca teks, tetapi menjadi penyambung lidah Allah bagi umat-Nya. Jujur, ada rasa gugup setiap kali melangkah ke mimbar, tetapi bimbingan dari Pastor Paroki dan dukungan rukun Santo Aloysius Gonzaga selalu menguatkan saya.
Wisye Saikmat siswi Kelas 8 SMP Santo Paulus selaku Petugas Lektor Pagi, setelah Misa Harian dan Pembukaan Novena Santo Petrus dan Paulus, merasa sangat terharu. Apresiasi yang diberikan oleh Pastor Paroki berupa Buku Gambar Tuhan Yesus, buku tulis, dan uang transportasi bukan sekadar hadiah materi bagi saya. Ini adalah simbol perhatian seorang bapa yang ingin melihat anak-anaknya bertumbuh, baik dalam iman maupun dalam pendidikan, katanya
Hadiah ini membuat saya semakin bersemangat untuk belajar di sekolah dan semakin setia melayani Tuhan sebagai Lektor. Terima kasih, Pastor. Katanya.
2. Refleksi & Ungkapan Hati: Tary Sarpumwain
Sementara itu ada Refleksi dan Ungkapan Hati dari Tary Sarpumwain (Kelas 3 SD Don Bosco 1 Olba yang di percayakan sebagai Petugas Pemazmur mengatakan, secara probadi dirinya sangat senang sekali hari ini! Meskipun saya masih kelas 3 SD, Pastor Paroki sudah memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyanyikan Mazmur Tanggapan di gereja. Setiap kali bernyanyi, saya selalu ingat pesan orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan Yesus.
Pagi ini saya tidak menyangka akan dipanggil dan diberikan hadiah Buku Gambar Tuhan Yesus, buku tulis, dan uang untuk ke sekolah. Buku gambarnya sangat bagus, membuat saya ingin selalu dekat dengan Tuhan Yesus. Uang transportasinya juga sangat membantu saya untuk pergi sekolah, katanya
Saya berjanji akan lebih rajin berlatih menyanyi Mazmur dan tidak akan malas sekolah. Terima kasih banyak, Pastor Paroki, semoga Pastor selalu sehat.
3. Ungkapan Hati Anak Cucu Ibu Yuliana Samponu (72 Tahun)
(Rukun Santo Antonius Padua – Penerima Sakramen Minyak Suci)
Melihat orang tua/nenek kami tercinta, Ibu Yuliana Samponu, di usianya yang ke-72 tahun tengah terbaring sakit, hati kami sebagai anak dan cucu merasa sedih sekaligus cemas. Namun, kehadiran Pastor Paroki pagi ini di rukun Santo Antonius Padua membawa kedamaian yang luar biasa ke dalam rumah kami.
Melalui Sakramen Minyak Suci yang diterimanya, kami menyerahkan seluruh kerapuhan tubuh Ibu/Nenek Yuliana ke dalam tangan kasih Tuhan. Doa dan harapan terbesar kami adalah memohon kesembuhan fisik jika itu sesuai dengan kehendak-Nya.
Namun di atas semua itu, kami bersyukur karena sakramen ini memberikan kekuatan jiwa, ketenangan batin, dan kepastian keselamatan rohani bagi beliau. Kami percaya, minyak suci ini adalah tanda nyata bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-Nya yang sedang sakit, melainkan memeluk dan mempersiapkan jiwanya dengan rahmat yang melimpah.
Dengan berkat serta sukacita yang di berikan, ada juga Nasehat dan Penegasan Pastor Paroki RD Ponsio Ongirwalu kepada Wisye dan Tary, Anak-anakku, Wisye dan Tary, kalian adalah masa depan Gereja dan kebanggaan Paroki HKY Olilit Barat. Bakat dan keberanian yang kalian miliki, baik sebagai Lektor maupun Pemazmur adalah anugerah indah dari Tuhan. Jangan pernah lelah melayani-Nya sejak masa muda.
Ingatlah, tugas pelayanan di gereja harus berjalan beriringan dengan tugas kalian di sekolah. Hadiah buku dan uang transportasi yang Pastor berikan hari ini adalah pengingat agar kalian semakin rajin belajar.
Jadilah terang tidak hanya di dalam gereja, tetapi juga di sekolah, di rumah, dan di antara teman-teman bermain kalian. Tetaplah rendah hati dan setialah pada perkara-perkara kecil, katanya.
Pelayanan Sakramen Minyak Suci bagi Ibu Yuliana Samponu pagi ini mengingatkan kita semua akan esensi mendalam dari sakramen penyembuhan ini. Gereja Katolik memandang Sakramen Perminyakan Orang Sakit bukan sebagai tanda kematian, melainkan sebagai sakramen kehidupan, kekuatan, dan penghiburan di kala manusia berada dalam kerapuhan fisik yang berat.
Sakramen ini menganugerahkan rahmat Roh Kudus yang memberikan ketenangan batin, mengampuni dosa-dosa, menguatkan iman dari keputusasaan, dan mempersiapkan jiwa umat beriman, baik untuk menjemput kesembuhan dari Allah maupun untuk mempersiapkan akhir hidup yang damai dan suci di dalam pelukan-Nya.
Oleh karena itu, Pastor meminta kepada seluruh umat, jangan pernah menunda-nunda untuk meminta pelayanan sakramen ini bagi keluarga kita yang sedang sakit keras. Ini adalah wujud kasih kelestarian Gereja yang mengantar jiwanya langsung ke hadirat Allah, ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....