RD Ponsianus Ongirwalu: Hadiah Kecil Tumbuhkan Harapan Besar

  • 17 Jun 2026 15:44 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - ‎Sebuah buku tulis dan uang transportasi mungkin tampak sederhana. Namun, ketika diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan di altar, keduanya berubah menjadi simbol perhatian, harapan, dan investasi bagi masa depan seorang anak.

‎Suasana itulah yang mewarnai Perayaan Misa Harian sekaligus Hari Kelima Novena Santo Antonius dari Padua di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Selasa (16/6/2026). Dalam perayaan yang dipimpin Pastor Paroki RD Ponsianus Ongirwalu, seorang siswi SMP Negeri 1 Anamaria Ratuanik, mendapat apresiasi atas pelayanannya sebagai lektor.

‎Bagi Ana maria, kesempatan membacakan Sabda Tuhan di hadapan umat menjadi pengalaman iman yang tak terlupakan. Penghargaan yang diterimanya bukan dipandang sebagai nilai materi, melainkan sebagai penyemangat untuk terus bertumbuh dalam iman dan pendidikan.

‎Hadiah berupa buku tulis dan uang transportasi ini, bagi saya, bukan sekadar pemberian materi. Ini adalah bentuk perhatian, berkat, dan suntikan semangat yang Tuhan kirimkan melalui Pastor agar saya semakin rajin belajar dan tidak pernah lelah melayani gereja.

‎Ungkapan syukur juga datang dari kedua orang tuanya, Petrus Ratuanik dan Leonora Fase. Bagi mereka, melihat putrinya melayani di altar sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Perhatian yang diberikan gereja dinilai sebagai dukungan nyata bagi pendidikan sekaligus pembinaan iman anak-anak.

‎"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pastor Paroki atas penghargaan, perhatian, dan kasih sayang yang tulus kepada anak kami. Bantuan berupa buku tulis dan uang transportasi sekolah ini sangat berarti bagi kami dan masa depan pendidikan Maria," ucapnya.

‎Dalam pesan pastoralnya, RD Ponsianus Ongirwalu menegaskan bahwa Gereja tidak hanya membentuk kehidupan rohani umat, tetapi juga memiliki tanggung jawab menumbuhkan karakter generasi muda.

‎Menurutnya, pelayanan di altar harus menjadi awal untuk menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

‎Pelayananmu sebagai Lektor pagi ini adalah bukti bahwa Tuhan bisa memakai siapa saja, termasuk kaum muda, untuk menjadi perpanjangan lidah-Nya.

‎Ia mengingatkan agar pengalaman melayani tidak berhenti di dalam gereja, tetapi dibawa ke ruang kelas, keluarga, dan lingkungan pergaulan.

‎"Tugasmu sekarang adalah membawa semangat altar ini ke dalam ruang kelasmu. Jadilah ‘Lektor’ di kehidupan sehari-hari—menghidupi Firman Tuhan lewat kerajinan belajar, rasa hormat kepada orang tua, serta menjadi teladan bagi teman-temanmu.”pesan RD.Ponsio.

‎Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan dan iman bukanlah dua jalan yang terpisah. Keduanya saling menguatkan dalam membentuk pribadi yang berkarakter, rendah hati, dan siap melayani.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, perhatian sederhana kepada anak-anak yang setia melayani menjadi pengingat bahwa penghargaan tidak selalu diukur dari besarnya nilai yang diberikan, tetapi dari ketulusan yang mampu menumbuhkan harapan. Sebab, dari altar yang sederhana, masa depan yang lebih baik dapat mulai dibangun.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....