Perairan Pulau Dai Menelan Korban Hilang dan Meninggal.

  • 13 Jun 2026 16:16 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID Saumlaki - Tragedi laut kembali mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Sebuah Speedbaot yang mengangkut 1p penumpang dilaporkan tenggelam dalam pe;ayaran dari Desa Sinaurusi, Pulau Dai, Menuju Tepa Kamis (11/6/2026. Hingga Jumat, Dua penumpang berhasil ditemukan selamat, satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara 7 lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal diktehaui berbama Azael Daniel (72). Jenazahkorban telah ditemukan oleh tim pencari,sementara upaya pencairain terhadap penumpang lainnya terus dilakukan.

Ditengah duka yang menyelimuti keluarga korban, kabar selamat datang dari dua penumpang yang berhasil bertahan hidup,Yakni Yakop Anamofa 922) dan Igansius Matrunkoly (42), keduanya telah dievakuasi dan kini berada di Desa Sinaurusi.

Sementara itu tujuh penumpang yang hingga kini belum ditemukan masing masinG adalah Anton Menahem (40) selaku pengemudi Speeadboat, Yomima Waliana (36), Regina Unwakoly (33), Enderfina Siaran ((62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).

Keberadaan dua anak dalam daftar korban hilang menambah keprihatinan dalam tragedy ini. Harapan Keluarga kini tertuju pada operasi pencarian terus dilakukan ditengah tantangan kondisi laut dan luasnya area pencairain.

Berdasarkan Laporan awal, speedboat tersebut bertolak dari Desa Sinaurusi menuju Tepa sebelum mengalami kecelakaan ditengah perjalanan.Hingga saat ini, penyebab pasti tengelamnya speedboat belum diumumkan secara resmi dan masih dalam proses penyelidikan.

Menindaklanjuti insiden tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan

(Forkopimcam)Babar Barat bersdama syahbandar Tepa dan pihak pengusaha kapal segera menggerakkan operasi pencarian darurat.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kapten Kapal Tiefelin yang saat itu berlindung di Tepa. Kapal tersebut kemudian dikerahkan untuk membantu penyisiran disekitar perairan Pulau Dai serta sepanjang pesisir Pulau Babar yang dperkirakan menjadi jalur hanyut para korban.

Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 19. 30 WIT dari Pelabuhan Tepa. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi kecelakaan, sekaligus memperluas area pencarian ke wilayah wilayah yang berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban.

Vano salah satu warga Tepa mengatakan saat terjadi kecelakaan itu cuaca memang sedang buruk, bahkan ombak sangat besar, malah penumpang kapal saja mengeluh alami ombak yang sangat besar terlebih mereka yang menggunakan speedboat.”Cuaca malam itu memang buruk skali kami yang ada di Tepa saja rasakan tiupan angin yang besar, apalagi yang sedang berada di Lautan” Ujarnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....