Kemajuan Daerah Harus Ditopang Nilai Spiritual
- 10 Jun 2026 14:25 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kemajuan suatu daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi, maupun keberhasilan berbagai program pemerintahan. Lebih dari itu, pembangunan membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kuat agar mampu melahirkan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut mengemuka saat Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menghadiri kegiatan doa bersama bertajuk Saumlaki Sehati Berdoa” yang berlangsung di Taman Kota Saumlaki, Minggu 7 Juni 2026 malam.
Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan rohani nasional Indonesia Menyembah itu turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar dr. Juliana Ch. Ratuanak, Sekretaris Daerah Brampi Muriolkosu, SH bersama istri, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para hamba Tuhan, pimpinan gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta Ketua dan Pengurus Generasi Membangun Tanimbar (Gema Tanimbar).
Dalam sambutannya, Ricky Jauwerissa menyampaikan apresiasi kepada Gema Tanimbar yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, inisiatif yang lahir dari kalangan generasi muda itu mencerminkan kepedulian yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan daerah secara fisik, tetapi juga terhadap penguatan spiritual masyarakat.
Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Generasi Membangun Tanimbar (Gema Tanimbar) yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan yang sangat baik dan bermakna ini, katanya.
Bupati menilai, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan sosial merupakan modal penting dalam membangun masa depan Tanimbar yang lebih baik. “Kegiatan ini menunjukkan bahwa generasi muda Tanimbar tidak hanya peduli terhadap pembangunan fisik dan kemajuan daerah, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, katanya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan semangat yang diusung dalam gerakan Indonesia Menyembah, sebuah gerakan rohani nasional yang mengajak umat Kristen di seluruh Indonesia untuk bersatu dalam doa, penyembahan, dan syafaat bagi bangsa dan negara.
Gerakan tersebut lahir dari kesadaran bahwa di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan fondasi moral dan spiritual yang kokoh. Fondasi itu diyakini dapat dibangun melalui hubungan yang benar dengan Tuhan serta diwujudkan dalam kehidupan sosial yang penuh kasih, toleransi, dan kepedulian.
Doa untuk Bangsa dari Ujung Timur Indonesia
Suasana Taman Kota Saumlaki malam itu dipenuhi nuansa kekhusyukan. Rangkaian kegiatan diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin Pdt. Lidya Anaktototy, sebelum dilanjutkan dengan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Firman Tuhan dan penjelasan mengenai makna gerakan doa bersama disampaikan oleh Pdt. Roy Daniel Sitepu, M.Phd. Melalui pesan rohaninya, umat diajak untuk menjadikan doa sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, baik sebagai individu maupun sebagai bangsa. Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan doa syafaat yang dipimpin sejumlah hamba Tuhan untuk berbagai sektor kehidupan bangsa dan daerah.
Doa pertobatan bangsa dipimpin oleh Pdt. Y. A. Karsten, M.Th. Selanjutnya, Pdt. Jack Relebulan memimpin doa bagi Pemerintah Pusat, sementara Pdt. Yopi Krang memimpin doa bagi Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Doa bagi Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, dan seluruh pimpinan perangkat daerah dipimpin oleh Pdt. Helbert Wahitlaitwan.
Sementara itu, berbagai persoalan sosial seperti kemiskinan, kejahatan, dan tantangan sosial lainnya didoakan secara khusus oleh Pdt. Esther Madalis. Doa bagi TNI dan Polri dipimpin oleh Pdt. Purba, sedangkan doa untuk gereja dan kebangunan rohani dipimpin oleh Pdt. Yonas Anaktototy, SE., S.Th.
Persatuan dalam Doa
Kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat tentang semangat persatuan yang terus dijaga di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pemerintah daerah, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat duduk bersama dalam satu tujuan yang sama: memohon penyertaan Tuhan bagi daerah dan bangsa.
Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, kegiatan Saumlaki Sehati Berdoa menjadi pengingat bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang baik, tetapi juga masyarakat yang memiliki karakter, integritas, dan nilai-nilai spiritual yang kuat.
Dari Taman Kota Saumlaki, doa-doa yang dipanjatkan malam itu menjadi simbol harapan bersama. Harapan akan Tanimbar yang semakin maju, masyarakat yang semakin sejahtera, dan Indonesia yang tetap berdiri kokoh di atas fondasi persatuan, toleransi, dan nilai-nilai ketuhana
Sebagaimana pesan yang disampaikan Bupati Ricky Jauwerissa, kemajuan daerah pada akhirnya harus bertumpu pada keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan spiritual. Sebab, daerah yang kuat bukan hanya dibangun dengan infrastruktur yang megah, tetapi juga oleh masyarakat yang memiliki iman, moralitas, dan kepedulian terhadap sesama
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....