BPI Dorong Generasi  Muda Tanimbar Kuasai Industri Migas

  • 05 Jun 2026 18:54 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Potensi migas Blok Masela membawakan harapan baru bagi masyarakat masyarakat Tanimbar sehingga tidak sekadar menjadi penonton di rumahnya sendiri. Potensi kekayaan sumber daya alam ini dinilai tidak boleh berujung pada ironi kemiskinan dan ketertinggalan masyarakat di daerah penghasil.

Pimpinan PT Bangkit Prestasi Insani (BPI), Joe Noya, meminta putra-putri Tanimbar bangkit dan berdiri tegak. Menghadapi apa yang ia sebut sebagai “mitos” daerah kaya sumber daya alam tetapi masyarakatnya tetap tertinggal.

“Generasi muda Tanimbar sudah saatnya bangkit melawan paradoks bahwa masyarakat yang kaya sumber daya alam bakal dibiarkan terbelakang sehingga sumber daya alam dengan mudah dikuras,” katanya.

Dia menilai, satu-satunya jalan untuk melawan kondisi ini dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Khususnya penguasaan keterampilan profesional di bidang migas.

Dikatakannya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah serius dengan membangun kerja sama bersama berbagai elemen masyarakat. Guna persiapan program pengembangan sumber daya manusia yang terarah dan kontinyu.

Program yang tengah dijalankan BPI tersebut menyasar sedikitnya 3.000 tenaga kerja usia produktif yang tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Melalui pendidikan vokasional dan sertifikasi kompetensi standar migas.

“Satu-sarunya jalan, seluruh generasi muda harus belajar menguasai skill profesional di bidang migas,” ujarnya.

Ia menegaskan, kehadiran proyek strategis nasional seperti Blok Masela seharusnya menjadi momentum kebangkitan masyarakat Tanimbar. Bukan justru menghadirkan ketimpangan baru.

Menurutnya, masyarakat lokal khususnya generasi muda Tanimbar. Bukan beban bagi investor maupun perusahaan migas yang beroperasi di wilayah tersebut.

Ia juga meminta INPEX Corporation. Turut membantu pemerintah daerah dalam proses pengembangan kapasitas sumber daya manusia lokal.

BPI kini mengembangkan program vokasional dengan 50 bidang kompetensi standar migas yang disiapkan. Untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor energi dan industri penunjang.

Tahapan awal difokuskan pada verifikasi peserta Grade D untuk bidang hospitality dan Grade C untuk bidang technical supporting. Selanjutnya, BPI menargetkan penyiapan tenaga kerja Grade B di sektor hilir dan Grade A pada bidang hulu energi.

Dia menambahkan, penguasaan keterampilan tersebut menjadi kunci agar generasi muda Tanimbar mampu bersaing. Dan mengambil bagian dalam proyek migas berskala besar.

“Saatnya anak Tanimbar membuktikan diri secara cerdas bahwa label daerah terluar, tertinggal, dan termiskin adalah masa lalu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Ia mengajak muda-mudi Tanimbar bersatu, memperbaiki karakter, dan meningkatkan kompetensi. Agar mampu mengelola kekayaan alam daerah secara mandiri demi kesejahteraan masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....