Para Tokoh Adat Desa Latdalam Minta Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur
- 26 Mei 2026 12:11 WIB
- Saumlaki
RRI. CO.ID, Saumlaki - Keberadaan Foruk, tradisi sastra lisan dan nyanyian adat turun-temurun masyarakat Kepulauan Tanimbar, kini menghadapi tantangan serius. Minimnya minat generasi muda untuk mempelajari warisan leluhur ini memicu keprihatinan mendalam dari para tokoh adat setempat.
Keresahan tersebut disampaikan langsung oleh Tua Adat Desa Latdalam, Metusael Luanmase. Ia menegaskan bahwa benteng utama untuk menyelamatkan tradisi Foruk dari kepunahan harus dimulai dari lingkungan paling intim, yaitu keluarga.
"Budaya itu harus diajarkan dari dalam rumah ke muka (keluar). Sebelum kita mengajari orang luar tentang Foruk, kita harus mengajari anak-anak kita sendiri terlebih dahulu," ujar Metusael dengan nada tegas saat ditemui di Desa Latdalam, Saumlaki, Maluku.
Menurutnya, sangat mustahil mengharapkan satu desa atau masyarakat luas melestarikan Foruk jika di dalam rumah tangga sendiri tradisi tersebut diabaikan. Bagi Metusael, anak-anak yang hidup di dalam rumah adalah lingkaran terdekat yang paling mudah dijangkau untuk mentransfer ilmu kebudayaan.
"Orang di dalam rumah saja belum tahu, bagaimana kita mau pergi mengajar orang luar atau satu kampung? Anak-anak di rumah itu paling dekat dengan saya, jadi mereka yang harus tahu duluan. Supaya kalau nanti kita mengajar orang lain, anak-anak kita sendiri sudah paham," lanjutnya.
Di sisi lain, Metusael tidak dapat menyembunyikan rasa sesalnya. Sebagai orang tua sekaligus penjaga adat, ia sangat peduli pada kelestarian budaya Tanimbar. Namun, ia kerap merasa sedih melihat realita bahwa anak-anak muda zaman sekarang cenderung enggan dan acuh tak acuh untuk mempelajari Foruk.
Ia mengingatkan bahwa Foruk bukan sekadar nyanyian atau ucapan biasa, melainkan identitas berharga yang diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun. Jika generasi hari ini memilih lupa, maka sejarah dan jati diri orang Latdalam terancam hilang.
"Ini adalah warisan leluhur yang turun-temurun, jadi kita sama sekali tidak boleh lupa. Saya sangat berharap anak-anak muda mau membuka hati dan diri untuk kembali belajar budaya kita sendiri," tambah Luanmase.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....