SKK Migas-INPEX Utamakan SDM Tanimbar di Proyek Gas Abadi.
- 02 Mei 2026 17:36 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Upaya percepatan Proyek Strategis Nasional Gas Abadi Blok Masela terus dikawal intensif oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa secara langsung menemui Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) RI, Yuliot Tanjung beserta seluruh jajaran Kementerian ESDM RI.
Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wamen ESDM, Gedung Chaerul Saleh, Kementerian ESDM, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Rabu, 29 April 2026.
Saat ditemui di Vila Bukit Indah Saumlaki, 30 April 2026, Bupati Kepulauan Tanimbar Ricky Jauwerissa membeberkan maksud pertemuan dengan Wamen ESDM di Jakarta.
Dalam Pertemuan dengan Wamen ESDM RI di Jakarta untuk membicarakan terkait dengan percepatan pembangunan Blok Masela. Di mana hari ini yang menjadi konsen dari Pemerintah Pusat atau Kementerian ESDM bersama dengan rekan-rekan SKK Migas maupun INPEX dan juga Provinsi maupun Kabupaten yaitu bagaimana mempercepat tahapannya yang dimulai dengan groundbreaking, katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati menekankan pentingnya peran Tim Terpadu (Timdu) sebelum groundbreaking dimulai. Saya menyampaikan bahwa terkait dengan groundbreakin, sebelum memulai groundbreakin maka akan ada yang namanya Timdu (Tim Terpadu) terkait dengan penambahan dampak sosial yang akan mengkaji terkait dengan pelepasan kawasan hutan atau tanah adat bahkan hak ulayat masyarakat yang akan dilepaskan untuk pembangunan proyek kilang untuk Blok Masela ini.
Sehingga terkait dengan itu, saya menyampaikan biarkanlah Tim yang bekerja sehingga terkait nanti temuan-temuan di lapangan yang nanti akan dikaji oleh Timdu untuk bagaimana memberikan solusi terhadap penambahan dampak sosial tersebut,” Tegas Jauwerissa.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Kepulauan Tanimbar menitipkan pesan khusus kepada Wamen Yuliot Tanjung untuk diteruskan ke Menteri ESDM, SKK Migas, dan INPEX.
Tetapi berbicara terkait dengan percepatan pengembangan Blok Masela yang saya titipkan kepada Pak Wamen untuk disampaikan kepada seluruh Pak Menteri beserta seluruh jajaran Kementerian ESDM, SKK Migas dan juga INPEX, bagaimana memperhatikan manpower atau tenaga lokal khususnya kami orang Tanimbar yang akan berpartisipasi dalam pembangunan kilang Blok Masela tersebut, katanya.
Jauwerissa mengingatkan agar pemerintah pusat tidak hanya fokus pada seremoni. Jangan hanya sibuk atau fokus pada satu masalah yaitu groundbreaking tetapi lupa bahwa bagaimana tenaga-tenaga lokal juga harus disiapkan karena saya yakin dan percaya bahwa setelah groundbreaking maka tahapan-tahapan selanjutnya akan dipercepat untuk dilaksanakan. Tahapan itu juga tidak akan bisa segera dilaksanakan apabila SDM kami tidak dibantu untuk disiapkan, katanya.
Jauwerissa mengaku sudah berulang kali mendengar janji pelatihan vokasi dari SKK Migas dan INPEX. Beberapa kali bertemu dalam audiensi selalu mereka menyampaikan bahwa kami punya anggaran untuk pelatihan vokasi sertifikasi. Saya sampaikan kami di Tanimbar butuh aksi karena sudah berulang kali audiensi menyampaikan bahwa anggarannya ada, yang kami minta aksinya. Ini yang kami tunggu, ini salah satu bentuk percepatan pembangunan Blok Masela nantinya.
Sambil menunggu realisasi janji pusat, Pemda Tanimbar bergerak sendiri. Pemerintah daerah telah dibantu oleh BPI (Bank Prestasi Insani) untuk memberikan pelatihan vokasi terhadap 101 anak Tanimbar yang saat ini sementara dilakukan, katanya.
Ia juga terus melobi investor dan kontraktor proyek. Semoga lobi-lobi saya terhadap investor atau perusahaan-perusahaan lainnya, salah satunya juga Petrosi yang telah memenangkan tender untuk perimeter dan diversion road, juga bisa segera mungkin turun ke Tanimbar untuk merealisasikan janjinya untuk merekrut anak Tanimbar untuk di training sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam proyek yang telah dimenangkan oleh Petrosi bersama dengan rekannya yaitu ETI dengan Indah Karya, katanya.
Pertemuan Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa dengan Wamen ESDM, Yuliot Tanjung menegaskan posisi Pemkab Tanimbar mendukung penuh percepatan Blok Masela, namun menuntut keberpihakan nyata terhadap tenaga kerja lokal. Sebab bagi masyarakat Duan Lolat, Proyek Gas Abadi harus membawa kesejahteraan, bukan sekadar seremoni groundbreaking.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....