Mempertahankan Tradisi "Nalu": Simbol Kebersamaan dalam Kedukaan di Tanimbar

  • 26 Mar 2026 10:07 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Masyarakat Kepulauan Tanimbar terus melestarikan tradisi Nalu, sebuah ritual pembagian makanan dalam pesta adat untuk memperingati meninggalnya seseorang. Tradisi ini bukan sekadar jamuan makan, melainkan bentuk penghormatan terakhir sekaligus pengikat tali persaudaraan antar-warga.

Salah satu tokoh adat Tanimbar, Moses, menjelaskan bahwa tradisi Nalu biasanya diselenggarakan oleh pihak keluarga yang berduka (tuan rumah). Dalam acara ini, menu utama yang wajib tersedia adalah ketupat dan daging babi rebus yang telah ditusuk.

"Tuan rumah menyediakan ketupat dan daging babi yang sudah disiapkan khusus untuk dibagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir mengikuti prosesi Nalu," ujar Moses.

Di Desa Olilit, pelaksanaan Nalu memiliki tata cara yang sangat terorganisir. Pada hari yang telah ditentukan, tuan rumah akan menyusun meja-meja panjang secara berjejer.

Uniknya, setiap meja sudah ditandai berdasarkan klasifikasi tertentu, di antaranya:

1. Meja per Soa, Dikhususkan bagi warga berdasarkan kelompok klan atau suku asal di Olilit.

2. Meja Pelajar, Disediakan khusus bagi para siswa atau generasi muda yang ingin berpartisipasi.

Para warga yang datang akan berdiri di depan meja sesuai dengan identitas Soa atau status mereka masing-masing.

Sebelum pembagian makanan dimulai, acara diawali dengan doa pembuka sebagai bentuk syukur dan permohonan restu agar arwah orang yang meninggal mendapat ketenangan. Setelah doa selesai, barulah prosesi pembagian hidangan atau acara Nalu dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....