4.450 KPM di Tanimbar Terima PKH Tahap I Tahun 2026

  • 05 Mar 2026 15:30 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, mulai menyalurkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama tahun 2026 kepada 4.450 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran perdana digelar di PT. POS Indonesia Cabang Saumlaki, Senin 2 Maret 2026, dan akan dilanjutkan ke Cabang Larat, Tanimbar Utara.

‎Ketua Tim Pelaksana PKH Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Tani Raya Saragih, mengatakan penyaluran saat ini menyasar warga Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar selatan.

"‎Hari ini sedang berlangsung penyerahan bantuan kepada warga dari Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan. Dua hari ini penyaluran baru dari Kecamatan Tanimbar Selatan, mungkin esok akan beralih ke Kecamatan Wertamrian, Kormomolin, dan selanjutnya kecamatan lain", ungkap Saragih.

‎Secara keseluruhan, bantuan PKH tersebar di sepuluh kecamatan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mekanisme penyaluran dilakukan melalui sejumlah bank himpunan milik negara (Himbara) dan PT Pos.

‎Saragih menyatakan, PKH ini disalurkan dari berbagai juru bayar ataupun himbara. Distribusi lewat Bank Mandiri, PT Pos, Bank BRI dan BNI, walaupun dari BRI dan BNI jumlahnya terbatas. Dominan Kuota terbanyak penyalurannya melalui Bank Mandiri dan PT Pos.

‎la menambahkan, penyaluran melalui Bank Mandiri telah rampun8 pada Februari 2026, sementara melalui PT Pos baru dimulai 2 Maret 2026 dan masih berlangsung. Untuk batas akhir penyaluran, pihaknya masih menunggu informasi lanjutan.

‎Kemungkinan berakhirnya untuk deadline-nya belum diinfokan. jadi sementara ini kita masih proses penyaluran, katanya.

‎‎

‎Saragih yakin, bantuan tersebut sesuai peruntukannya, dimanfaatkan terutama untuk kebutuhan dasar keluarga seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.

‎‎"Kami minta kepada masyarakat bisa memperoleh manfaat yang baik dari program ini. Bantuan dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk membantu keuangan keluarga," tuturnya.

‎"Kami mendorong penerima manfaat mengelola sisa bantuan sebagai modal usaha agar dapat meningkatkan pendapatan dan keluar dari kategori pra- sejahtera.Harusnya mereka bisa keluar dari taraf kemiskinan menjadi Sejahtera", tambahnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....