Seminar Pelepasan Digelar, Umat Diajak Tinggalkan Beban Lama
- 28 Feb 2026 07:13 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan seminar bertema “Pelepasan dan Kesembuhan dalam Tuhan digelar di Aula Galaxi, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 26–27 Februari 2026.
Kegiatan yang mengusung tema besar “Tanimbar Kembali kepada Tuhan” ini menghadirkan pembicara Ps. Eduard Buariat.
Sejak hari pertama, ratusan peserta memadati aula untuk mengikuti rangkaian ibadah, pengajaran, serta doa pelepasan.
Tema kegiatan merujuk pada sejumlah ayat Alkitab, di antaranya Yesaya 35:8, Yohanes 14:6, serta Matius 11:28 tentang undangan Tuhan bagi mereka yang letih lesu dan berbeban berat.
Dalam khotbahnya, Ps. Eduard Buariat menegaskan bahwa kesembuhan rohani tidak bersumber dari kekuatan manusia.
Kesembuhan datang dari Tuhan, bukan dari usaha sendiri. Tugas kita adalah percaya, berdoa, dan tekun,” ujar Eduard di hadapan jemaat.
Ia menjelaskan, pelepasan berarti menyerahkan beban, luka, dan kepahitan kepada Tuhan, serta mengambil keputusan untuk mengampuni.
Melepaskan bukan berarti melupakan, tetapi memilih tidak lagi terbelenggu oleh luka masa lalu,” katanya.
Pada sesi seminar, panitia juga membagikan lembar refleksi yang memuat sejumlah pertanyaan seputar pengalaman trauma, konflik emosional, kebiasaan merugikan, hingga keterlibatan dalam praktik-praktik okultisme.
Lembar tersebut menjadi sarana introspeksi pribadi sebelum peserta mengikuti doa pelepasan.
Menurut Eduard, proses kesembuhan rohani membutuhkan kejujuran dan keterbukaan hati.
Luka mana dalam hidupmu yang perlu disembuhkan Tuhan sekarang? Kalau kita mau jujur di hadapan Tuhan, pemulihan itu nyata, katanya.
Selain doa bersama, peserta diajak mempraktikkan langkah konkret, mulai dari menyerahkan beban dalam doa, mengampuni, mempercayai firman Tuhan, hingga belajar sabar menjalani proses pemulihan.
Panitia kegiatan menyebut KKR ini sebagai momentum rohani bagi masyarakat Tanimbar untuk memperbarui komitmen iman.
Selama dua hari pelaksanaan, suasana ibadah berlangsung khidmat, disertai kesaksian peserta yang mengaku dikuatkan secara rohani.
KKR dan seminar ini ditutup dengan doa bersama bagi Tanimbar, sebagai wujud harapan agar masyarakat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....