Yubileum Se-Abad PBHK Momentum Merawat Iman dan Meneruskan Warisan Kasih

  • 21 Feb 2026 16:58 WIB
  •  Saumlaki

‎RRI.CO.ID, Saumlaki : Vikaris Episkopal Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD. Ponsio Ongirwalu, menegaskan bahwa pencanangan Perayaan Syukur 100 Tahun Misi empat misionaris Kongregasi Putri Bunda Hati Kudus (PBHK) di Tanah Tanimbar bukan sekedar seremoni, melainkan panggilan bersama untuk merawat iman dan meneruskan warisan kasih yang telah ditanamkan sejak satu abad lalu.

‎Hal tersebut disampaikan Pastor Ponsio Ongirwalu dalam sambutannya pada acara pencanangan Perayaan Syukur 100 Tahun Misi Empat Misionaris PBHK di Bumi Tanimbar (1926-2026), yang berlangsung di lokasi Pusat Karya Pastoral MSC Saumlaki, Senin 16 Februari 2026.

‎"‎Kita tidak hanya mengenang sejarah, tetapi menyalakan kembali api iman yang dibawa oleh empat perempuan pemberani seratus tahun lalu. Apa yang dimulai dengan tetesan keringat dan air mata, kini telah bertumbuh menjadi pohon iman yang rimbun di Tanimbar, katanya.

‎Pastor Ponsio mengingatkan bahwa pada tahun 1926, empat suster misionaris seperti Sr. Alphonsa Matten, Sr. Gerarda Rikken, Sr. Anselma Coran, dan Sr. Francoise Alkamale, datang ke Tanah Duan Lolat (Tanimbar ) dengan melintasi samudra, bukan untuk mencari kekayaan, melainkan membawa kasih Kristus yang bersumber dari Hati yang senantiasa terbuka.

‎Pastor Ponsio mengingatkan bahwa pada tahun 1926, empat suster misionaris seperti Sr. Alphonsa Matten, Sr. Gerarda Rikken, Sr. Anselma Coran, dan Sr Francoise Alkamale, datang ke Tanah Duan Lolat (Tanimbar ) dengan melintasi samudra, bukan untuk mencari kekayaan, melainkan membawa kasih Kristus yang bersumber dari Hati yang senantiasa terbuka.

‎la menekankan bahwa misi PBHK di Tanimbar diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh raga dan jiwa umat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Dalam pelayanan kesehatan, para suster hadir merawat orang sakit di tengah keterbatasan sarana dan obat- obatan, sementara di bidang pendidikan mereka membuka jalan bagi anak-anak Tanimbar untuk bertumbuh dalam iman, karakter, dan martabat.

‎"Merawat orang sakit adalah bentuk doa yang paling nyata, dan mendidik anak- anak adalah investasi iman untuk masa depan Gereja dan masyarakat", tegasnya.

‎Menurut Pastor Ponsio, perayaan Yubileum 100 Tahun ini harus menjadi momentum pembaruan komitmen, agar semangat pelayanan para misionaris tidak berhenti sebagai monumen sejarah, tetapi terus hidup dan berbuah di tengah tantangan zaman modern.

‎la mengajak seluruh umat, baik kaum religius maupun awam, untuk menghidupi Iman yang tangguh dan melayani dengan hati tanpa membeda-bedakan, sebagaimana teladan para suster PBHK yang telah melayani dengan ketulusan total.

‎Menutup sambutannya, Pastor Ponsio Ongirwalu secara resmi mencanangkan Perayaan Syukur 100 Tahun Misi PBHK di Tanimbar seraya memohon berkat Tuhan dan perlindungan Bunda Hati Kudus.

‎"Semoga teladan para suster misionaris terus membakar semangat kita untuk menjadi saksi kasih Tuhan di Bumi Tanimbar", ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....