Refleksi Tujuan Mulia Wajib digalakan Jadi Output Pembangunan Gereja Mandiri

  • 19 Feb 2026 13:40 WIB
  •  Saumlaki

‎RRI.CO.ID, Saumlaki : ‎Suasana Aula Kuasi Paroki Santa Maria Immaculata Wowonda berubah menjadi ruang musyawarah yang penuh semangat, terlaksana Selasa 17 Februari 2026 pagi.

‎Mulai pukul 09.30 WIT, para tokoh agama, perangkat desa, pendidik, dan perwakilan umat dari empat stasi berkumpul untuk momen penting tahunan, pembukaan Rapat Kerja Paroki (Rakerpar).

‎Kegiatan dimulai dengan penyambutan camat Tanimbar Selatan dengan tarian dari Sekami Wowonda disertai pengalungan syal tenun Tanimbar.

‎Yang menjadikan acara ini istimewa, nuansa sakral dan formal berpadu dengan sentuhan khas budaya lokal, menghadirkan kolaborasi erat antara Pemimpin spiritual dan Pemerintahan.

‎‎Camat Tanimbar Selatan, Natalis Batmomolin, yang hadir atas undangan khusus, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

‎Dalam sambutannya,Batmomolin tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga pesan sinergitas yang kuat antara Gereja dan Pemerintah.

"‎Saya melihat kehadiran Bapak/Ibu sekalian sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam membangun komunitas Iman. Gereja adalah pusat pembinaan moral, dan musyawarah ini krusial, bukan hanya untuk internal Gereja, tetapi dampaknya harus positif bagi masyarakat luas di Kecamatan Tanimbar Selatan", ujar Batmomolin.

‎Camat menyoroti vitalnya peran tokoh agama dalam membentuk karakter generasi muda, terutama di tengah derasnya arus globalisasi.

‎Batmomolin mengingatkan bahwa Umat perlu bersiap menghadapi perubahan besar, khususnya dengan adanya pembangunan Kilang Gas Abadi Blok Masela.

‎Tiga pesan kunci pun dititipkannya: sinergitas program Paroki dengan Pemerintah, menjaga kondusifitas wilayah, dan menguatkan gotong royong.

‎Dia juga menekankan, pembahasan tidak hanya membicarakan soal internal, tetapi juga melahirkan program aksi nyata seperti penanggulangan stunting, pemberdayaan ekonomi, dan kebersihan lingkungan.

‎Menarik perhatian seluruh hadirin, sebelum mengakhiri sambutan, Camat Natalis melontarkan sebuah pantun khas yang langsung mencairkan suasana, dengan bunyi pantun, ‎Bubur Kacang Hijau Letak di Cawan, ‎Makan Siang dengan Nasi ramas, ‎Selamat Berkonferensi Bagi Peserta Paroki, ‎Semoga Rapat Kerja Berjalan Hingga Tuntas.”

‎Lantunan Pantun ini menjadi perhatian Peserta Rapat dan disambut Tepuk tangan menandai dimulainya rangkaian diskusi yang diharapkan produktif hingga tuntas.

‎Pastor Sebut Tema Besar: Gereja Mandiri di Tengah Tantangan Zaman

‎Di momen yang sama, Pastor Kuasi Paroki, RD. Sebastian Takndare, dalam sambutannya mengajak umat merefleksikan tujuan mulia dari Rakerpar ini. Ia mengingatkan tema besar yang diusung, Berjalan bersama menuju Gereja Mandiri dalam Kerygma: Mewartakan Injil di tahun 2025.

‎Tema ini selaras dengan gerak langkah kita mewujudkan Gereja Keuskupan Amboina yang mandiri di tahun 2043. Untuk mencapai itu, kita akan menjabarkan lima tugas pokok gereja: Liturgia, Kerygma, Koinonia, Diakonia, dan Martyria. Lima pilar ini akan menjadi pedoman utama reksa pastoral kita, dari tingkat paroki hingga ke sekolah dan kelompok kategorial,” jelas Pastor Sebastian.

‎Ia menambahkan, Rakerpar ini bertujuan menyatukan visi-misi, mengenali persoalan, dan menyusun program kerja untuk kemandirian kuasi paroki di tahun 2026.

‎"Kiranya Allah memberkati karya baik ini, agar kuasi paroki kita semakin bertumbuh dan berjalan bersama", ucap Pastor Sebastian.

‎Kegiatan yang dihadiri 50 peserta dari empat stasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemimpin agama dan pemerintah.

‎Pastor Sebastian menyampaikan terima kasih khusus kepada Camat Tanimbar Selatan yang telah hadir dan membuka acara.

‎Mewakili seluruh Umat Pastor Sebastian menugcapkan terimakasih dan mengundang dan mengundang Camat untuk membuka resmi Rakerpar ini.

"Kami juga menyampaikan proficiat kepada Bapak Jonatan Salakay sebagai Ketua Dewan Stasi St. Yoseph Lingei yang baru. Gembalakanlah domba-dombamu dengan penuh cinta,” pesan Pastor Sebastian.

‎Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari kedua sambutan, Rakerpar Kuasi Paroki Santa Maria Immaculata Wowonda resmi bergulir.

Harapannya, pertemuan ini tidak hanya menghasilkan dokumen program, tetapi juga menguatkan tekad untuk berjalan bersama, tangguh dalam iman, dan militan dalam pelayanan, demi kemajuan gereja dan masyarakat di Tanimbar Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....