100 Tahun PBHK di Tanimbar Kenang Misi Kemanusiaan dari Belanda

  • 18 Feb 2026 09:22 WIB
  •  Saumlaki

RRI, CO,ID, Saumlaki : Sebuah perjalanan panjang penuh pengabdian genap seabad berlalu. Masyarakat Kepulauan Tanimbar memperingati 100 tahun kehadiran Kongregasi Suster-suster PBHK (Para Bunda Hati Kudus) di bumi Tanimbar.

‎Momen bersejarah ini mendapat apresiasi tinggi dari Andreas Taborat, anggota DPRD Provinsi Maluku, yang menyaksikan langsung dampak positif misi mereka sejak ia kecil.

Proficiat PBHK. Hari ini tepat 100 tahun PBHK tiba di Tanimbar,kata Andreas Taborat dengan penuh rasa syukur, Senin 16 2026.

‎Menurutnya, kehadiran para suster dari Belanda ini bukan sekadar catatan sejarah gerejawi, melainkan sebuah tonggak penting dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan tersebut.

Andreas menuturkan bahwa para suster PBHK datang dengan membawa misi ganda: mewartakan iman kepada Yesus Kristus dan membangun peradaban melalui karya nyata.

‎Mereka datang bukan hanya dengan kata- kata atau kalimat-kalimat indah, tetapi dengan karya. Karya kemanusiaan dalam bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Tanimbar," kenangnya.

‎Ketika ditelusuri lebih dalam, Andreas kecil adalah saksi hidup bagaimana pelayanan kesehatan yang dinisiasi PBHK, khususnya melalui Rumah Sakit Fatima, telah menyentuh langsung kehidupan warga.

"‎Saya ingat saya kecil dan Rumah Sakit Fatima membawa misi kesehatan. Kita pantas berterima kasih kepada mereka yang jauh-jauh meninggalkan tanah Eropa dan kemudian datang melayani kita orang- orang Tanimbar di sini” tambahnya .

‎Untuk memperingati hari bersejarah ini, rangkaian kegiatan bertema kesehatan pun digelar. ‎Andreas Taborat turut ambil bagian dalam acara jalan pagi yang digagas sebagai simbol misi hidup sehat.

"‎Pagi ini kita laksanakan jalan pagi, sebuah misi kesehatan. Saya kira ini bentuk penghormatan kepada mereka. Semoga saja misi kesehatan yang mereka bawa kemudian menyebar kepada kita semua, semoga kita selalu menjaga kesehatan," harapnya.

‎Di penghujung pernyataannya, politisi asal Tanimbar ini mendoakan agar warisan mulia yang ditinggalkan PBHK terus terpelihara.

‎"Mereka inginkan Tanimbar sehat, dan semoga Tanimbar tetap sehat. Jiwa kita sehat, jasmani kita sehat, untuk ke depannya. Terima kasih PBHK dan Proficiat", tuturnya.

‎Peringatan satu abad ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga tentang sentuhan kema melintasi batas benua dan waktu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....