Ketua DPRD Tanimbar Minta Semua Elemen Bersinergi Jaga Kamtibmas

  • 18 Feb 2026 09:19 WIB
  •  Saumlaki

‎RRI.CO,ID, Saumlaki : Di tengah denyut kehidupan masyarakat Kepulauan Tanimbar yang kian dinamis, sebuah undangan untuk kembali ke pangkuan kebersamaan menggema. Bukan dalam bentuk seremonial belaka, melainkan ajakan hati yang tulus dari salah satu putra terbaik daerah.

‎Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar, Ricky Laurens Anggito (RLA), menyampaikan himbauan yang menyejukkan, mengajak seluruh komponen bangsa di Bumi Duan Lolat untuk duduk bersama, merajut asa, dan menatap masa depan dengan satu visi.

‎‎Dalam suasana yang sarat akan harapan dan tantangan, RLA tidak sekadar berbicara sebagai pemimpin legislatif, tetapi sebagai seorang anak daerah yang ingin melihat Tanimbar melompat lebih jauh.

‎Ia cara khusus menyapa organisasi kepemudaan (OKP), yang selama ini menjadi garda terdepan dalam dinamika sosial, untuk tidak lagi terjebak dalam ego sektoral.

‎‎Nilai luhur Temarlolan, salah satu falsafah hidup orang Tanimbar yang mengajarkan persaudaraan dan musyawarah, harus kembali dihidupkan sebagai fondasi dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah.

‎Mari kita duduk bersama. Segala sesuatu bisa kita bicarakan, kita dialogkan dengan kepala dingin. Tidak perlu ada amarah yang membara, karena yang kita cari adalah solusi terbaik untuk kemajuan daerah kita", ajak Ricky.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Kepulauan Tanimbar, usai mengikuti pencangan 100 Tahun PBHK di Tanimbar, Senin 16 Februari 2026.

‎Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini sadar betul bahwa Tanimbar sedang berada di pintu gerbang perubahan besar.

‎Megaproyek pengelolaan Blok Masela bukan lagi wacana jauh, melainkan keniscayaan yang akan mengubah wajah perekonomian dan sosial masyarakat.

‎Momentum ini, kata dia, bukan ruang untuk berebut kepentingan sempit. Justru, inilah saatnya semua unsur bergandeng tangan, bahu-membahu memastikan bahwa masyarakat Tanimbar bukan hanya penonton di negeri sendiri, melainkan aktor utama yang menikmati dampak positif pembangunan.

"‎Tidak ada ruang untuk kepentingan pribadi atau golongan. Ini tentang masa depan anak cucu kita. Kolaborasi adalah kunci, dan itu harus dimulai dari Sekarang"”tegasnya.

‎Menjelang datangnya bulan-bulan yang disucikan oleh umat beragama, masa Prapaskah bagi umat Kristiani dan bulan suci Ramadhan bagi umat Muslim, RLA juga mengingatkan tentang pentingnya harmoni spiritual.

‎la mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyambut momen tersebut dengan hati yang teduh, saling menghormati, dan menjaga toleransi.

‎Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) adalah prasyarat mutlak agar pembangunan bisa berjalan. Jika suasana tidak kondusif, maka investasi dan program pembangunan akan sulit masuk.

‎Namun, di balik optimisme menyongsong pembangunan, ada satu keprihatinan yang mengusik hati RLA. ‎Fenomena perkelahian antar pelajar dan antar desa yang masih kerap terjadi di beberapa wilayah dianggap sebagai luka kecil yang jika dibiarkan bisa menjadi borok besar.

‎la menyebutnya sebagai alarm darurat yang harus segera direspons oleh para pemimpin di tingkat akar rumput.

‎"Kita semua prihatin dengan kejadian- kejadian yang tidak kita inginkan. Perkelahian anak sekolah, gesekan antar desa. Ini tidak boleh dibiarkan"," ucapnya.

‎RLA pun berpaling kepada para orang tua dan pemimpin desa. la meminta mereka untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban. Kearifan lokal harus menjadi obat pertama sebelum menjadi besar.

‎Jangan sampai masa depan anak-anak kita hancur hanya karena perselisihan yang sebenarnya bisa kita selesaikan dengan duduk bersama, katanya.

‎Himbauan ini bukan sekadar imbauan biasa. Ia adalah pengingat bahwa Tanimbar adalah rumah bersama. Bahwa pembangunan tidak akan berarti jika masyarakatnya tercerai-berai.

‎Duduk bareng yang diserukan RLA adalah simbol dari semangat kolektif, semangat yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat adat kepulauan.

‎Di penghujung pernyataannya, Ricky Laurens Anggito menekankan bahwa masa depan Tanimbar ada di tangan warganya sendiri.

‎Jika semua elemen mampu menjaga keteduhan hati dan mengutamakan dialog, maka Bumi Duan Lolat akan mampu menjemput kemajuan dengan cara yang bermartabat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....