Beragam motif kain tenun di Kepulauan Tanimbar

  • 10 Jun 2025 15:42 WIB
  •  Saumlaki

KBRN, Saumlaki: Masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar Sumber mata pencarian sebagian besar masyarakat Tanimbar adalah di bidang perikanan dan pertanian. Rumput laut dan kopra adalah salah satu komoditas andalan masyarakat Tanimbar. Namun, komoditi unggulan itu bukanlah ikon Pulau Tanimbar.

Sebaliknya, ikon Pulau Tanimbar datang dari tangan-tangan pengrajin tenun yang dengan terampil menata benang-benang halus berwarna-warni, kemudian ditenun menjadi beragam bentuk kerajinan ekonomi kreatif. Kain tenun atau yang dikenal dengan tais bahkan tak bernilai harganya ketika dijadikan salah satu barang untuk keperluan adat.

Salah satu pengrajin kain tenun Udi Lurusmanat yang ditemui rri..co.id dalam acara Sore ceria menyebutkan proses pembuatan sepotong kain tenun membutuhkan waktu satu hari karena tingkat kerumitan yang tinggi serta membutuhkan ketelitian dari pengrajin.

Lurusmanat menambahkan kain tenun ikat tanimbar memiliki banyak motif, karena Setiap motif pada kain tenun memiliki cerita unik dan khas. Termasuk pada tenun khas Tanimbar dari Kabupaten Maluku Tenggara Barat.

Tenun ikat khas Tanimbar biasanya didominasi oleh garis dan corak tertentu yang menggambarkan keadaan alam sekitar. Seperti motif tumbuhan, hewan hingga motif manusia. Meski ada beragam motif pada tenun khas daerah tersebut. Ada 1 motif yang memiliki filosofi unik di dalamnya, yakni ulerati, ujar Lurusmanat.

Dijelaskan, dalam Bahasa Yamdena, Tanimbar yaitu ulerati bermakna ulat kecil. Motif ini menyimpan filosifi kecintaan masyarakat akan lingkungan hidup serta apresiasi pada perubahan menuju ke arah yang lebih baik. Layaknya ulat yang bisa bermetamorfosis menjadi kupu-kupu.

Motif ulerati seakan mewakili gambaran proses alami kehidupan merujuk pada kehidupan yang lebih baik. Motif ulerati bentuknya berupa barisan ulat-ulat kecil menyerupai garis panjang. Untuk membuatnya pun harus melewati proses panjang dan butuh waktu lama. Biasanya tenun Tanimbar dengan motif ulerati terbuat dari bahan katun atau sutera yang didominasi warna biru dan abu-abu, ulas Lurusmanat.

"Begitu melihat motif khususnya ulerati, saya tidak melihat motif seperti ini pada kain tenun di daerah lain di Indonesia. Ini yang membuatnya unik," tutup dia.

Selain motif ulerati, tenun Ikat Tanimbar memiliki banyak corak lain. Berikut beberapa corak dan motif yang popular diantaranya:

Motif Sair: memiliki ciri khas bentuk seperti bendera yang melambangkan kemenangan. Bendera Filosofi motif ini menggambarkan bahwa Tanimbar selalu berkiprah dan bersemangat untuk menekuni kehidupan.

Motif bunga anggrek: Filosofi dari motif anggrek yang menggambarkan lambang kecantikan, keagungan dan keuletan. Motif tunis: Memiliki ciri khas berbentuk anak panah tunggal maupun anak panah kembar dan filosofinya adalah masyarakat Tanimbar selalu berhati-hati dan siaga terhadap ancaman.Motif bulan sabit: Konon motif ini terinspirasi dari suatu peristiwa alam di mana bulan berbentuk setengah atau sebutan bulan sabit. Biasanya masyarakat Tanimbar menjadikannya sebagai suatu kesempatan untuk mencari hasil laut, serta masih banyak motif khas lainnya, tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....