Kisah Udi Lurusmanat, Pengrajin Tenun Ikat Tanimbar
- 24 Jun 2026 10:15 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki : Salah satu pengrajin Tenun Udi Lurusmanat menyebut, menenun bukan sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan sebuah denyut nadi kehidupan. Pengrajin kain tenun ikat Tanimbar asal Desa Kandar ini mengaku bahwa aktivitas menenun telah menjadi makanan sehari-hari yang tidak terpisahkan dari kesehariannya.
Keahlian Udi dalam mengolah benang menjadi selembar kain indah ternyata sudah dipupuk sejak dirinya masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD). Perjalanannya dimulai dari hal sederhana, yakni belajar menganyam menggunakan daun kelapa bersama teman-teman sebayanya.
Melihat potensi tersebut, sang Ibunya terus memberikan dorongan kuat. Udi kemudian memberanikan diri untuk beralih menggunakan benang, dan memantapkan langkahnya untuk memulai karier sebagai penenun yang bertahan hingga saat ini.
Menurut Udi, membangun karier sebagai penenun sejak usia dini bukanlah perkara mudah. Profesi ini membutuhkan investasi waktu yang tidak sedikit serta kemampuan yang mumpuni.
"Proses awal membentuk benang menjadi motif, menguntai, hingga menenun harus dilakukan dengan sangat teliti. Semua itu demi menghasilkan kain tenun maupun syal yang berkualitas tinggi dan menarik minat pembeli," ujar Udi.
Berkat ketekunannya, Udi selalu memanfaatkan waktu selepas pulang sekolah atau saat hari libur untuk menenun. Komitmen dan disiplin yang tertanam sejak kecil itulah yang membuatnya mampu terus produktif, sekaligus menjadi motor dalam menjaga kelestarian budaya tenun ikat Tanimbar hingga sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....