Tokoh Adat sebagai Penjaga Harmoni: Merawat Kedamaian di Bumi Maren

  • 28 Sep 2026 11:07 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Langgur – Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, peran tokoh adat di Kota Tual tetap menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian desa. Melalui kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun, para pemimpin adat dan tokoh masyarakat menjadi garda terdepan dalam meredam konflik serta memastikan semangat Ain ni Ain tetap hidup di tengah keberagaman keyakinan warga.

Ketua BSO Ohoitel, Djemy Akbar, menekankan bahwa mekanisme penyelesaian masalah berbasis kearifan lokal jauh lebih efektif dalam menciptakan perdamaian yang hakiki. Ia menjelaskan bahwa setiap pertikaian di tingkat keluarga atau lingkungan selalu diselesaikan secara bertahap melalui dialog musyawarah. "Ada mekanisme penyelesaian pertengkaran-pertengkaran itu sudah dari turun-temurun itu bertahap, mulai dari keluarga, bapa, mama, lingkungan," ungkap Akbar, yang menegaskan bahwa keputusan adat memiliki kekuatan moral yang sangat besar.

Senada dengan itu, Kepala Desa Taar, Charles Tarantein, menyoroti pentingnya sinergi tiga unsur utama di desa, yakni pemerintah, tokoh agama, dan tokoh adat. Baginya, kehadiran tokoh-tokoh ini di setiap lini kehidupan masyarakat adalah kunci untuk mencegah kekerasan dan menjaga kesatuan. Charles menyatakan bahwa ia secara aktif terlibat dalam pembinaan masyarakat, terutama kepada generasi muda, dengan pendekatan yang tegas namun tetap merangkul sebagai bagian dari keluarga besar.

Di sisi lain, Penjabat Ohoi Fiditan, Sayuti Raharusun, mengakui bahwa tantangan menjaga kedamaian saat ini semakin kompleks, terutama dengan pengaruh lingkungan bagi remaja. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa dan seluruh tokoh masyarakat menjadi krusial untuk mengawasi dan menenangkan situasi saat muncul gesekan. Sayuti menekankan bahwa dengan bergandengan tangan, masalah seberat apa pun dapat diatasi melalui persatuan dan koordinasi yang baik antar-elemen masyarakat.

Peran tokoh adat di Kota Tual bukan hanya sekadar simbol, melainkan aktor aktif yang terus merawat tatanan sosial. Dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, para tokoh adat terbukti mampu menjadi penengah yang bijak, memastikan bahwa Bumi Maren tetap menjadi tempat yang damai dan inklusif bagi seluruh warganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....