Sentuhan Kreatif Kuliner Rumahan: Kerupuk Singkong Olilit Timur Diminati
- 20 Agt 2026 16:26 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Kebutuhan masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsi makanan yang bervariasi sekaligus bernilai gizi tinggi terus mengalami peningkatan. Kondisi ini mendorong para pelaku usaha untuk memodernisasi produk kuliner demi memenuhi permintaan konsumen. Salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan adalah singkong, yang selama ini telah akrab diolah secara tradisional oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk dijual.
Dengan sentuhan teknologi pangan yang tepat, singkong dapat diolah menjadi produk baru yang lebih modern, eksklusif, dan berkadar gizi tinggi. Selain sagu dan keripik singkong, bahan pangan ini juga bisa dijadikan kerupuk dengan cita rasa gurih dan lezat. Inovasi tersebut kini tengah digeluti oleh Julen Fenyapwain, seorang wanita muda asal Desa Olilit Timur yang menekuni usaha kuliner rumahan berbasis singkong.
Dalam keterangannya, Fenyapwain menjelaskan bahwa pemasaran produk kerupuk singkong saat ini dilakukan secara sederhana, yakni dari rumah dan di lokasi wisata Pantai Weluan. Menariknya, harga produk disesuaikan dengan lokasi penjualan. Jika dijual di rumah, kerupuk singkong dipatok seharga Rp2.000 per bungkus, sementara di Pantai Weluan dijual dengan harga Rp5.000 per bungkus.
Strategi ini terbukti efektif karena wisatawan cenderung mencari oleh-oleh khas dengan harga yang masih terjangkau.
Usaha kuliner rumahan ini tidak hanya memberikan peluang ekonomi bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka jalan bagi pelestarian pangan lokal yang kaya manfaat. Dengan kreativitas dan inovasi, singkong yang selama ini dianggap makanan sederhana dapat diangkat menjadi produk bernilai jual tinggi.
Optimisme yang dilakukan Fenyapwain dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Tanimbar untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....