Ukiran Eboni Mathias Sainyakit: Warisan Tradisi Tanimbar

  • 21 Jun 2026 09:28 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Kerajinan tangan patung Tumbur khas Kepulauan Tanimbar memiliki daya tarik tersendiri karena kaya akan corak dan nilai sejarah. Salah satu pengrajin ukiran kayu eboni yang terus konsisten merawat seni tradisional ini adalah Mathias Sainyakit.

Melalui ketelatenannya, Mathias sukses menelurkan berbagai karya seni berkualitas tinggi. Produk kerajinan yang ia hasilkan tidak hanya terbatas pada bentuk patung figuratif, melainkan juga replika perahu belang (perahu adat Tanimbar) yang legendaris. Setiap karya yang diselesaikannya memiliki motif serta keunikan yang berbeda-beda, sehingga memberikan kesan eksklusif pada tiap produk.

Keahlian memahat yang dimiliki Mathias bukanlah kemampuan yang didapat secara instan. Pria yang sudah menggeluti profesi ini selama bertahun-tahun tersebut mengaku telah menguasai berbagai bentuk dan tingkat kesulitan ukiran. Berkat jam terbangnya yang tinggi, ia mampu mengerjakan pesanan dalam bentuk apa pun sekaligus mempromosikannya ke pasar yang lebih luas.

Meski terus berinovasi dalam hal bentuk dan pemasaran, Mathias menegaskan bahwa dirinya tidak pernah keluar dari jalur pakem. Baginya, setiap goyangan pahat dan detail motif yang ditumpahkan di atas kayu eboni tetap harus berakar kuat pada adat serta tradisi leluhur masyarakat Tanimbar.

Lebih lanjut, Mathias menjelaskan bahwa berbagai motif dan corak ukiran patung klasik hingga kontemporer selalu siap ia sediakan. Ketersediaan variasi karya tersebut nantinya akan disesuaikan kembali dengan minat, permintaan, serta daya beli dari para konsumen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....