Orang Tua Jadi Kunci Utama Pelestarian Bahasa Daerah

  • 16 Mei 2026 11:02 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Saumlaki - Sebagai generasi penerus anak Tanimbar, pemuda diharapkan mampu mengenal dan mencintai keragaman seni serta budaya Duan Lolat, termasuk bahasa daerah. Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pemuda setempat, Yoseph, di Saumlaki, Maluku.

Yoseph menambahkan, kekayaan budaya ini sayangnya kerap dianggap sepele oleh sebagian masyarakat. Akibatnya, motivasi untuk membanggakan dan melestarikan keunikan budaya serta bahasa daerah kian menurun. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran mendalam karena bahasa Yamdena Timur, yang menjadi sarana komunikasi lokal, kini mulai dilupakan dan terancam punah.

Saat ini, masyarakat yang mengaku modern justru cenderung lebih bangga mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing dalam percakapan sehari-hari. Fenomena tersebut membuat penggunaan bahasa daerah Yamdena Timur tidak lagi tumbuh dalam ekosistem budaya yang sehat

Baik di Kota Saumlaki maupun di wilayah pedesaan, generasi muda lebih gemar menggunakan istilah modern atau bahasa "gaul" untuk berkomunikasi, yang dinilai tidak memiliki nilai filosofis budaya.

Yoseph menegaskan bahwa persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para orang tua. Mereka diimbau untuk mengedukasi anak-anak sekaligus bangga menggunakan bahasa Yamdena Timur dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....