Kalawai,Warisan Turun Temurun Nelayan Tanimbar
- 26 Apr 2026 20:20 WIB
- Saumlaki
RRI.CO.ID, Saumlaki - Masyarakat Kepulauan Tanimbar terus melestarikan kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan, salah satunya melalui penggunaan alat tradisional Kalawai. Alat tikam ikan ini tetap menjadi primadona warga, terutama saat memasuki musim bameti atau mencari ikan di pesisir pantai saat air laut surut.
Seorang pemuda setempat bernama More menjelaskan bahwa Kalawai merupakan warisan leluhur yang tak terpisahkan dari identitas masyarakat Tanimbar yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Meski terlihat sederhana, desain Kalawai memiliki spesifikasi khusus untuk efektivitas menangkap ikan.
"Kalawai ini simpel tapi sangat fungsional. Terbuat dari bambu sebagai pegangan, sementara ujungnya diberi besi tajam yang jumlahnya lebih dari satu, biasanya bermata tiga yang diikat melingkari buluh bambu tersebut," ujar More baru-baru ini.
More menambahkan bahwa keunggulan utama alat ini terletak pada bobotnya yang ringan dan kemudahan dalam penggunaannya. Hal inilah yang membuat Kalawai tetap eksis di tengah gempuran alat tangkap modern.
"Kalau musim meti tiba, kami lebih sering menggunakan Kalawai. Karena ringan, kita jadi lebih lincah saat harus menikam ikan di sela-sela karang. Alat ini benar-benar mempermudah pekerjaan kami sebagai nelayan," tambahnya.
Tradisi menggunakan Kalawai ini membuktikan bahwa kesederhanaan teknologi lokal masyarakat Tanimbar masih sangat relevan untuk mendukung kehidupan sehari-hari sekaligus menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....