Pendeta Sedubun: Jangan Bedakan Penghormatan Orang Kecil dan Besar

  • 06 Apr 2026 11:12 WIB
  •  Saumlaki

RRI.CO.ID, Tual – Suasana refleksi mewarnai khotbah Ibadah Sabtu Sunyi di Unit Getsemani 2 Jemaat GPM Anugerah. Pendeta Ny. W. Sedubun, S.Th., mengajak jemaat untuk melihat kembali bagaimana cara masyarakat saat ini dalam memberikan penghormatan terakhir kepada sesama yang telah meninggal dunia.

Sedubun menyentil fenomena sosial di mana pemakaman tokoh terpandang seringkali dibanjiri pelayat dan karangan bunga mewah. "Kita lihat kalau orang besar yang meninggal, karangan bunganya banyak sekali, rumah duka penuh seperti ada pesta. Tapi coba kalau orang kecil yang meninggal, kadang kita tidak peduli," ungkap Pendeta Sedubun dalam khotbahnya di pelataran RRI Tual.

Pendeta mengingatkan bahwa inti dari sebuah penghormatan adalah ketulusan hati, bukan kemewahan atribut duniawi. Yusuf Arimatea memberikan tempat peraduan terbaik bagi Yesus bukan karena status sosial, melainkan karena kasih.

"Penghormatan itu bukan soal seberapa megah acaranya, tapi seberapa tulus kehadiran dan doa kita untuk sesama, tanpa memandang siapa mereka," tegasnya.

Pesan ini menjadi motivasi bagi jemaat agar tidak membeda-bedakan sesama dalam memberikan kasih. Ketulusan dalam menghargai martabat manusia menjadi esensi penting dari perayaan Sabtu Sunyi tahun ini bagi warga Jemaat GPM Anugerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....